- SAUMLAKI – Pengembalian sejumlah anggaran ke kas Desa Awear Fordata, Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi sorotan.
- Sejumlah pihak yang disebut terlibat dalam pengelolaan pemerintahan desa, yakni Kepala Desa Awear Fordata Marthen Oratmangun, Sekretaris Desa Kaspar Wermasubun, serta Bendahara Desa Yohanis Wati, disebut telah melakukan pengembalian anggaran ke kas desa dengan jumlah yang berbeda-beda.
- Pengembalian tersebut diduga berkaitan dengan temuan dalam pengelolaan anggaran desa yang sebelumnya menjadi perhatian sejumlah pihak.
SAUMLAKI – Pengembalian sejumlah anggaran ke kas Desa Awear Fordata, Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi sorotan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengembalian tersebut dilakukan setelah adanya pemeriksaan dan arahan dari Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sejumlah pihak yang disebut terlibat dalam pengelolaan pemerintahan desa, yakni Kepala Desa Awear Fordata Marthen Oratmangun, Sekretaris Desa Kaspar Wermasubun, serta Bendahara Desa Yohanis Wati, disebut telah melakukan pengembalian anggaran ke kas desa dengan jumlah yang berbeda-beda.
Pengembalian tersebut diduga berkaitan dengan temuan dalam pengelolaan anggaran desa yang sebelumnya menjadi perhatian sejumlah pihak.
Informasi tersebut kemudian mendapat sorotan dari wartawan Simon Wermasubun, S.Sos., yang dikenal dengan inisial SW. Ia selama ini aktif menyoroti berbagai dugaan penyimpangan anggaran dan persoalan korupsi, termasuk yang berkaitan dengan pengelolaan Dana Desa Awear Fordata.
Upaya mengungkap dugaan persoalan pengelolaan anggaran desa tersebut, menurut informasi yang diperoleh, telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. SW juga disebut mendapat dukungan dari Felix Balia, mantan Ketua BPD Awear Fordata, serta tokoh adat Alex Rumlan.
Ketiganya disebut secara bersama-sama mendorong agar dugaan penyimpangan dalam pengelolaan pemerintahan dan Dana Desa Awear Fordata dapat diungkap secara terang.
Pengembalian sejumlah anggaran ke kas desa kini menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap seluruh proses pemeriksaan terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran dapat dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Felix Balia dan Alex Rumlan juga meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengambil langkah tegas apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait.
Mereka berharap Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar dapat memastikan proses pemerintahan desa berjalan sesuai aturan serta menjamin pengelolaan Dana Desa benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“Rakyat memilih para penyelenggara pemerintahan desa untuk mengelola anggaran dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” demikian inti aspirasi yang disampaikan.
Masyarakat Desa Awear Fordata juga berharap seluruh dugaan terkait pengelolaan anggaran desa dapat segera dijelaskan secara terbuka, termasuk mengenai jumlah anggaran yang dikembalikan, dasar pengembalian, serta hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah.
Hingga berita ini diturunkan, informasi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Awear Fordata maupun Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih diperlukan untuk memberikan penjelasan yang berimbang.
Berita ini akan terus dikembangkan sesuai perkembangan informasi dan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.

