- Ruslan Daud atau akrab disapa HRD, menyerahkan usulan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Sibigo di Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue, Aceh, kepada Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi.
- HRD menyampaikan usulan ini bertepatan dengan tahapan pembahasan anggaran Tahun 2027, sekaligus sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Simeulue yang diterimanya saat kunjungan kerja pada 22 April 2026 lalu.
- “Kami memohon dukungan anggaran untuk pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Sibigo Kabupaten Simeulue, agar dapat dimasukkan dalam Program Prioritas Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2027,” ujar HRD.
JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud atau akrab disapa HRD, menyerahkan usulan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Sibigo di Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue, Aceh, kepada Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi. Penyampaian dilakukan di sela-sela Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
HRD menyampaikan usulan ini bertepatan dengan tahapan pembahasan anggaran Tahun 2027, sekaligus sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Simeulue yang diterimanya saat kunjungan kerja pada 22 April 2026 lalu.
“Kami memohon dukungan anggaran untuk pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Sibigo Kabupaten Simeulue, agar dapat dimasukkan dalam Program Prioritas Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2027,” ujar HRD.
Menurutnya, usulan ini sangat mendesak guna meningkatkan konektivitas wilayah kepulauan, memperkuat aksesibilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terluar dan tertinggal. Sebagai daerah kepulauan, Simeulue sangat bergantung pada transportasi laut sebagai urat nadi mobilitas penduduk dan distribusi barang.
Saat ini, hampir seluruh aktivitas pelayaran masih terpusat di Pelabuhan Sinabang. Akibatnya, warga di kawasan Sibigo dan sekitarnya harus menempuh perjalanan darat cukup jauh dengan biaya dan waktu tempuh yang tinggi sebelum dapat mengakses layanan transportasi laut. Keterbatasan infrastruktur ini menjadi salah satu hambatan utama percepatan pembangunan dan pemerataan ekonomi di wilayah tersebut.
Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Sibigo diproyeksikan memberikan manfaat besar, baik dari sisi pelayanan publik maupun penguatan ekonomi daerah. Kehadirannya akan memangkas jarak dan waktu tempuh, menekan biaya perjalanan serta logistik, sekaligus memperlancar mobilitas orang dan barang.
Selain itu, keberadaan pelabuhan ini juga diharapkan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir, mendorong pertumbuhan sektor perikanan, perdagangan, jasa transportasi, dan pariwisata, serta mempercepat penyaluran hasil produksi warga ke pasar yang lebih luas. Dalam jangka panjang, pembangunan ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat integrasi wilayah Simeulue.
Dari sisi kesiapan, sejumlah dokumen teknis telah tersedia, mulai dari studi kelayakan, Survei dan Investigasi Desain, Rencana Teknis Terperinci, dokumen lingkungan, hingga persyaratan pendukung lainnya. Sementara untuk aspek lahan, Pemerintah Kabupaten Simeulue menyatakan bahwa proses pengurusan sertifikasi sedang berlangsung di instansi pertanahan setempat.
Dengan terpenuhinya berbagai syarat tersebut, proyek ini dinilai sudah siap untuk segera dijalankan apabila mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kami berharap Bapak Menteri dapat memberikan perhatian khusus dan memprioritaskan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Sibigo dalam perencanaan serta penganggaran program Kementerian Perhubungan Tahun 2027,” pungkas HRD.
Mega

