- JAKARTA – Bagi Aceh, khususnya wilayah pantai utara, keberadaan Fakultas Kedokteran bukan sekadar menghadirkan ruang kuliah baru.
- Ruslan Daud atau yang akrab disapa HRD, kembali menyerahkan usulan permohonan dukungan dan fasilitasi pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Al Muslim (Umuslim) Bireuen kepada Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo.
- Hal itu disampaikan HRD kepada wartawan seiring dimulainya tahapan pembahasan anggaran tahun 2027 sekaligus menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan Menteri PU pada 20 Februari 2026.
JAKARTA – Bagi Aceh, khususnya wilayah pantai utara, keberadaan Fakultas Kedokteran bukan sekadar menghadirkan ruang kuliah baru. Di baliknya tersimpan harapan lahirnya tenaga medis yang akan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di daerah. Kamis, 25 Juni 2026
Atas dasar itu, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud atau yang akrab disapa HRD, kembali menyerahkan usulan permohonan dukungan dan fasilitasi pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Al Muslim (Umuslim) Bireuen kepada Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo. Usulan ini diajukan agar dapat dimasukkan dalam Program Prioritas Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Tahun Anggaran 2027.
Hal itu disampaikan HRD kepada wartawan seiring dimulainya tahapan pembahasan anggaran tahun 2027 sekaligus menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan Menteri PU pada 20 Februari 2026.
Menurut HRD, Universitas Al Muslim merupakan perguruan tinggi swasta terbesar di Kabupaten Bireuen yang memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. Saat ini, kampus ini mengelola Fakultas Kedokteran pertama dan satu-satunya di Bireuen, yang keberadaannya sangat dibutuhkan untuk menjawab kekurangan tenaga dokter di wilayah Aceh dan sekitarnya.
Ia menjelaskan, dokumen perencanaan atau Detail Engineering Design (DED) beserta dokumen lingkungan sudah lengkap, sehingga secara teknis pembangunan dapat segera dilaksanakan. Lokasi pembangunan pun telah disurvei oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Strategis Aceh dan dinilai layak untuk ditindaklanjuti.
“Pembangunan gedung FK Umuslim sangat mendesak guna memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan kedokteran, baik untuk kegiatan akademik, laboratorium, maupun penunjang praktik medis,” terang HRD.
Keberadaan gedung yang layak nantinya akan meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat akreditasi, serta berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, terutama di luar Pulau Jawa.
“Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Aceh II, saya memandang pembangunan ini sebagai kebutuhan strategis dan prioritas, sehingga layak mendapatkan dukungan Pemerintah Pusat,” tegasnya.
HRD terus mengawal aspirasi ini sesuai tugasnya sebagai perwakilan rakyat, guna mewujudkan fasilitas pendidikan yang memadai demi masa depan kesehatan masyarakat Aceh.
Kabar Tujuh | Mega

