- JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), H.
- Pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah berbagai masukan dan pandangan terkait rencana perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), yang menjadi landasan pelaksanaan kekhususan dan keistimewaan Aceh.
- Dalam kesempatan itu, pimpinan dan anggota DPRA menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat Aceh, termasuk sejumlah poin yang dinilai perlu diperkuat dalam revisi UUPA.
JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), H. Nazaruddin Dek Gam, S.I.P., menerima audiensi pimpinan, anggota, dan jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Pertemuan berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).
Pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah berbagai masukan dan pandangan terkait rencana perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), yang menjadi landasan pelaksanaan kekhususan dan keistimewaan Aceh.
Dalam kesempatan itu, pimpinan dan anggota DPRA menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat Aceh, termasuk sejumlah poin yang dinilai perlu diperkuat dalam revisi UUPA. Penyempurnaan aturan tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di masa mendatang.
Dek Gam menyambut baik kunjungan rombongan DPRA dan menegaskan pentingnya sinergi antara wakil rakyat Aceh di tingkat pusat dan daerah guna memperjuangkan kepentingan masyarakat secara maksimal.
Menurutnya, UUPA merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus dijaga, dipertahankan, dan diperkuat agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, tanpa mengurangi substansi kekhususan Aceh sebagaimana diamanatkan dalam peraturan tersebut.
“Aspirasi yang disampaikan pimpinan dan anggota DPRA menjadi masukan penting dalam mengawal berbagai pembahasan yang berkaitan dengan Aceh. Komunikasi dan koordinasi seperti ini harus terus dilakukan agar kepentingan masyarakat Aceh dapat diperjuangkan secara maksimal,” ujar Dek Gam.
Audiensi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diskusi yang konstruktif. Kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat hubungan komunikasi dan koordinasi dalam mengawal berbagai agenda strategis Aceh di tingkat nasional.
Mega

