- PONOROGO – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan psikoedukasi bertajuk “Bunga Bahagia” bagi masyarakat pra-lansia hingga lansia di Desa Gupolo, Ponorogo, pada 2 Juli 2026.
- Kegiatan ini mengangkat tema mindfulness di masa senja dengan pendekatan yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan.
- Kegiatan “Bunga Bahagia” dibuka secara langsung oleh Kepala Desa Gupolo, Basuki Romdon, S.Ag.
PONOROGO – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan psikoedukasi bertajuk “Bunga Bahagia” bagi masyarakat pra-lansia hingga lansia di Desa Gupolo, Ponorogo, pada 2 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gupolo tersebut diikuti oleh sekitar 20 peserta dan dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Kegiatan ini mengangkat tema mindfulness di masa senja dengan pendekatan yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 120 mengajak peserta untuk mengenal mindfulness melalui aktivitas sehari-hari sekaligus menciptakan ruang kebersamaan yang dapat menghadirkan pengalaman positif, kebahagiaan, dan mengurangi Empty Nest Syndrome. Sejak awal kegiatan, peserta yang terdiri dari pra-lansia hingga lansia menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan aktif, mulai dari ice breaking, penyampaian materi, hingga kegiatan kreatif membuat bunga dari pipe cleaner.
Kegiatan “Bunga Bahagia” dibuka secara langsung oleh Kepala Desa Gupolo, Basuki Romdon, S.Ag. Sebelum pembukaan, kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa KKN 120 yang disampaikan oleh Firmansyah Adi selaku Ketua Kelompok KKN 120. Dalam sambutannya, Firmansyah menyampaikan pengantar mengenai kegiatan serta harapan agar program yang dilaksanakan mahasiswa KKN 120 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Gupolo.
Selanjutnya, Kepala Desa Gupolo, Basuki Romdon, S.Ag., memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan “Bunga Bahagia”. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa KKN 120 dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Semoga dengan kegiatan yang diadakan teman-teman KKN bisa memberi dampak nyata sesuai judulnya, Bunga Bahagia. Semoga semua yang mengikuti bisa bahagia,” ujar Basuki Romdon.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana dan membangun interaksi antara mahasiswa KKN dengan peserta. Kegiatan dikemas secara ringan sehingga para peserta dapat mengikuti aktivitas dengan nyaman. Suasana semakin hangat ketika peserta mulai berinteraksi, tertawa, dan mengikuti berbagai gerakan sederhana yang dipandu oleh mahasiswa KKN.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pengantar mengenai mindfulness yang disampaikan oleh Andi Rafli Maulana, mahasiswa Program Studi Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Ulfani Amalia Faricha, mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Materi mindfulness disampaikan dengan bahasa sederhana dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Peserta diajak memahami bahwa mindfulness dapat dilatih melalui aktivitas sederhana, seperti memberikan perhatian terhadap apa yang sedang dilakukan, menyadari perasaan, menikmati proses, serta hadir pada momen yang sedang dijalani.
Penyampaian materi juga dilakukan secara interaktif dengan melibatkan peserta melalui pertanyaan dan refleksi sederhana, salah satunya dengan pertanyaan, “Jika bunganya sudah jadi, akan diberikan kepada siapa?” Para peserta kemudian diberikan kesempatan untuk menceritakan hal-hal yang membuat mereka bahagia serta pengalaman sederhana yang mereka syukuri dalam kehidupan sehari-hari.
Andi Rafli Maulana menyampaikan bahwa kegiatan “Bunga Bahagia” dirancang agar mindfulness dapat dikenalkan kepada peserta melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Bagi kami, Bunga Bahagia bukan hanya tentang membuat bunga dari pipe cleaner. Di balik setiap bunga yang dirangkai, ada cerita tentang keluarga, kebersamaan, dan perjalanan hidup yang sudah dilalui. Kami ingin mengingatkan bahwa bertambahnya usia bukan berarti berhenti untuk bahagia. Justru di masa senja, kita perlu lebih menghargai hal-hal sederhana yang masih kita miliki, seperti keluarga, teman, kesehatan, dan kesempatan untuk berkumpul bersama. Semoga bunga yang dibawa pulang hari ini bukan hanya menjadi sebuah kerajinan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap orang tetap layak untuk merasa bahagia dan dihargai,” ujar Andi Rafli Maulana.
Sementara itu, Ulfani Amalia Faricha menyampaikan bahwa menjaga kesehatan diri tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga dengan kemampuan untuk menikmati setiap momen dan tetap memiliki ruang untuk beraktivitas bersama orang lain.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kesehatan diri tidak hanya tentang kesehatan fisik, tetapi juga tentang menjaga kesehatan psikologis dengan menikmati setiap momen, menerima apa yang kita rasakan, dan tetap memiliki ruang untuk berkegiatan bersama orang lain. Semoga setelah kegiatan ini, Bapak dan Ibu dapat terus melakukan kegiatan-kegiatan sederhana yang membuat hati senang, tetap terhubung dengan keluarga dan lingkungan sekitar, serta tidak lupa memberikan waktu untuk diri sendiri,” ujar Ulfani Amalia Faricha.
Setelah sesi materi, peserta kemudian mengikuti kegiatan art therapy dengan membuat bunga menggunakan pipe cleaner. Kegiatan ini menjadi bagian utama dari program “Bunga Bahagia” sekaligus menjadi media bagi peserta untuk melatih fokus, kreativitas, dan menikmati proses secara sadar.
Dalam kegiatan tersebut, bunga tidak hanya dipandang sebagai hasil karya. Rangkaian bunga yang dibuat peserta memiliki makna yang berkaitan dengan keutuhan keluarga di masa senja. Setiap bagian bunga dapat menjadi simbol dari anggota keluarga, hubungan, kebersamaan, maupun hal-hal yang dianggap bermakna oleh peserta dalam kehidupannya.
Selama proses pembuatan bunga, peserta didampingi oleh mahasiswa KKN 120. Peserta diberikan kebebasan untuk memilih warna dan merangkai bunga sesuai dengan kreativitas masing-masing. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama proses pembuatan. Para peserta tidak hanya fokus membuat bunga, tetapi juga saling berbincang, bertanya, dan berbagi cerita dengan peserta lainnya maupun mahasiswa KKN.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menikmati proses secara perlahan. Peserta diajak untuk memperhatikan setiap tahapan, mulai dari memilih warna, membentuk, hingga merangkai pipe cleaner menjadi sebuah bunga. Aktivitas sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk latihan mindfulness yang dapat diterapkan kembali dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa KKN 120 mengadakan sesi doorprize. Sebanyak lima peserta mendapatkan doorprize berdasarkan keberanian mereka dalam menceritakan hasil karya yang telah dibuat beserta cerita di balik rangkaian bunga tersebut.
Peserta diminta menceritakan alasan pemilihan warna, bentuk, maupun susunan bunga yang dibuat. Sesi ini berlangsung menarik karena setiap peserta memiliki cerita dan makna yang berbeda di balik bunga yang mereka hasilkan. Pemberian doorprize tidak hanya ditujukan sebagai hadiah, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap keberanian peserta untuk berbicara, berbagi pengalaman, serta menunjukkan hasil kreativitasnya di depan peserta lainnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama. Para peserta membawa bunga hasil karya masing-masing sebagai kenang-kenangan dari kegiatan “Bunga Bahagia”. Penanggung jawab kegiatan, Andi Rafli Maulana dan Ulfani Amalia Faricha, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi para peserta, khususnya dalam mengenal mindfulness melalui aktivitas yang sederhana dan menyenangkan.
Melalui “Bunga Bahagia”, KKN 120 UIN Sunan Kalijaga berupaya menghadirkan kegiatan yang memadukan psikoedukasi, mindfulness, kreativitas, dan kebersamaan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi peserta, tetapi juga mendorong mereka untuk melakukan aktivitas sederhana yang dapat melatih mindfulness dan membantu menemukan kebahagiaan dalam keseharian.
Sebagaimana bunga yang dirangkai dengan penuh perhatian hingga menjadi sebuah karya yang indah, kehidupan di masa senja juga dapat terus dijalani dengan menikmati setiap proses, menghargai kebersamaan, dan menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana.


