- KABAR TUJUH | MEGA — Melaporkan Langsung dari Lapangan.Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
- BIREUEN — Sebanyak 21 siswa SMA Negeri 1 Kuala Bireuen, Desa Lhok Awe-Awe, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, mendapat penanganan setelah mengalami sejumlah keluhan seperti pusing, mual hingga muntah pada Kamis (17/9/2026).
- Keluhan tersebut muncul setelah para siswa mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
KABAR TUJUH | MEGA — Melaporkan Langsung dari Lapangan.Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Sebanyak 21 siswa SMA Negeri 1 Kuala Bireuen, Desa Lhok Awe-Awe, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, mendapat penanganan setelah mengalami sejumlah keluhan seperti pusing, mual hingga muntah pada Kamis (17/9/2026).

Keluhan tersebut muncul setelah para siswa mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah. Namun, hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa keluhan para siswa disebabkan oleh makanan MBG.
Informasi yang dihimpun KabarTujuh di lapangan, pada awal kejadian terdapat 17 siswa yang mengalami keluhan dan mendapatkan penanganan. Jumlah tersebut kemudian bertambah setelah empat siswa lainnya datang untuk menjalani pemeriksaan pada sore hingga malam hari.
Dengan demikian, total siswa yang mendapat penanganan mencapai 21 orang.
Sebagian siswa sempat mendapatkan pertolongan awal di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Karena keluhan berlanjut, sejumlah siswa kemudian dibawa ke RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan medis.
Saat ditemui KabarTujuh di RSUD dr. Fauziah Bireuen pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, sejumlah siswa masih menjalani perawatan.
Berdasarkan keterangan beberapa siswa, keluhan tidak langsung dirasakan setelah makanan dikonsumsi. Mereka mengaku pada awalnya masih merasa normal, kemudian sekitar satu jam setelah menyantap makanan mulai merasakan keluhan.
Beredar Video Dugaan Belatung
Di tengah masyarakat juga beredar video yang disebut-sebut memperlihatkan adanya belatung pada olahan ayam dalam menu MBG.
Namun, KabarTujuh belum dapat memastikan kebenaran video tersebut. Redaksi tidak menyaksikan langsung kondisi makanan yang dimaksud dan belum memperoleh hasil pemeriksaan resmi yang dapat memastikan isi video maupun kaitannya dengan keluhan para siswa.
Menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari kejadian terdiri dari nasi, ayam kecap, tahu, timun atau lalapan, serta buah semangka.
Makanan tersebut diketahui berasal dari dapur penyedia MBG yang berada di kawasan Lancok-Lancok.
Meski keluhan muncul setelah para siswa mengonsumsi makanan tersebut, kondisi itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa MBG menjadi penyebabnya. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi siswa, makanan, bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, serta kemungkinan faktor lain yang dapat memicu keluhan.
Wali Siswa Minta Keamanan Pangan Diperhatikan
Salah seorang wali siswa yang ditemui saat mendampingi anaknya menjalani perawatan mengatakan bahwa program MBG pada dasarnya merupakan program yang baik.
Namun, menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi perhatian seluruh pihak agar proses penyediaan hingga pengolahan makanan benar-benar memperhatikan standar keamanan pangan.
Ia berharap penyebab keluhan para siswa dapat segera diketahui melalui pemeriksaan secara menyeluruh.
“Apabila ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Tidak Semua Siswa Mengalami Keluhan
Sementara itu, Naila Assyifa (16), salah seorang siswa yang turut mengonsumsi menu MBG pada hari tersebut, mengatakan dirinya tidak mengalami keluhan setelah menyantap makanan.
Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi yang perlu diperhatikan dalam proses penelusuran. Artinya, penyebab keluhan tidak semestinya langsung dikaitkan dengan satu jenis makanan tertentu sebelum terdapat hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskannya.
Sekolah Belum Berikan Keterangan
Untuk memperoleh keterangan resmi dari pihak sekolah, KabarTujuh telah menghubungi Kepala SMA Negeri 1 Kuala Bireuen melalui sambungan telepon.
Namun hingga berita ini diterbitkan, kepala sekolah belum memberikan pernyataan terkait kejadian tersebut.
KabarTujuh masih berupaya memperoleh informasi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan para siswa, kondisi makanan, proses penyediaan dan distribusi MBG, serta faktor yang diduga memicu keluhan.
Perkembangan kasus ini akan terus dipantau dengan mengedepankan keterangan resmi dan hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang.
KabarTujuh | Melaporkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran**

