- ACEH UTARA – Hampir delapan bulan pascabanjir yang melanda Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, ratusan warga masih menunggu kepastian realisasi berbagai bantuan pemerintah.
- Desa Buket Linteung menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir.
- Salah satu warga berinisial M mengaku saat ini sedang menanggung beban yang sangat berat.
Kabar Tujuh | Mega Melaporkan dari Langkahan
ACEH UTARA – Hampir delapan bulan pascabanjir yang melanda Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, ratusan warga masih menunggu kepastian realisasi berbagai bantuan pemerintah. Di tengah upaya bangkit dari musibah, masyarakat berharap pembangunan rumah, penyaluran bantuan sosial, serta program pemulihan ekonomi dapat segera direalisasikan. (Sabtu, 27 Juni 2026)
Desa Buket Linteung menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir. Berdasarkan keterangan warga, sekitar 420 kepala keluarga kehilangan rumah akibat kerusakan total, sementara sebagian besar sumber mata pencaharian masyarakat juga ikut terdampak.
Salah satu warga berinisial M mengaku saat ini sedang menanggung beban yang sangat berat. “Saya pribadi dengan kondisi saat ini sangatlah berat. Selain menghidupi istri dan lima anak yang masih kecil-kecil, saya juga harus menjaga keponakan saya yang yatim, serta mengobati dan merawat adik saya yang mengidap gangguan jiwa. Sementara penghasilan saya saat ini sangat terbatas dan memang tidak cukup untuk memenuhi segala kebutuhan,” ujarnya dengan nada sedih.
Ia berharap bantuan yang dijanjikan segera terealisasi agar ia bisa sedikit bernapas lega. “Mau bagaimana lagi, hanya bisa berdoa semoga Allah memberikan kesabaran agar saya mampu terus menjaga dan melindungi keluarga di tengah keterbatasan ini. Amin, Ya Allah,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pantauan Kabar Tujuh, pembangunan Hunian Tetap bantuan dari lembaga kemanusiaan Buddha Tzu Chi masih terus berlangsung. Dari rencana 180 unit, pembangunan baru dilakukan pada satu lokasi dengan 108 unit yang sedang dikerjakan. Hingga kini progres pembangunan diperkirakan telah mencapai sekitar 40 persen.
Keuchik Desa Buket Linteung mengatakan, hingga saat ini penyaluran Dana Tunggu Hunian baru diterima oleh 17 kepala keluarga dari 67 kepala keluarga yang masuk dalam data tahap awal. Sementara itu, warga lainnya masih menunggu pencairan bantuan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga kini bantuan pembangunan rumah dari BNPB Pusat maupun bantuan yang diharapkan melalui Dinas Sosial belum terealisasi. Menurutnya, pemerintah desa juga belum menerima informasi resmi mengenai jadwal pelaksanaan bantuan tersebut.
“Hingga saat ini kami belum memperoleh informasi yang jelas terkait kelanjutan pembangunan rumah bantuan dari pemerintah, termasuk dari BNPB Pusat maupun Dinas Sosial. Masyarakat masih menunggu kepastian,” ujar Keuchik.
Selain menunggu kepastian pembangunan rumah, warga juga mengeluhkan kondisi sejumlah hunian sementara yang mulai mengalami kerusakan. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa hunian sementara berada di dataran rendah sehingga saat hujan air dari saluran pembuangan meluap hingga masuk ke dalam bangunan. Di sejumlah unit lainnya, lantai bangunan mengalami kerusakan sehingga dinilai tidak lagi layak dihuni.
Keuchik berharap pemerintah dapat segera mempercepat realisasi bantuan yang masih tertunda. Menurutnya, masyarakat Buket Linteung sangat membutuhkan kepastian agar dapat kembali membangun kehidupan setelah terdampak banjir.
Sebelum berita ini diterbitkan, Kabar Tujuh telah berupaya meminta konfirmasi kepada Bupati Aceh Utara melalui pesan WhatsApp terkait perkembangan bantuan bagi warga terdampak banjir. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan. Apabila terdapat penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Kabar Tujuh akan memuatnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

