Aceh Tamiang — Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada akhir Desember 2025 berdampak luas terhadap sektor pendidikan. Data Dinas Pendidikan Aceh Tamiang mencatat 412 satuan pendidikan atau sekitar 90 persen sekolah terdampak bencana tersebut.

Sebanyak 59 sekolah mengalami kerusakan ringan, 259 sekolah rusak sedang, dan 94 sekolah rusak berat. Akibatnya, 375 sekolah belum dapat beroperasi dan masih menunggu proses pembersihan serta perbaikan fasilitas.
Dampak banjir juga dirasakan langsung oleh peserta didik. Dinas Pendidikan Aceh Tamiang mencatat 47.838 siswa terdampak, terdiri atas 24.852 siswa laki-laki dan 22.986 siswa perempuan. Banyak siswa kehilangan pakaian sekolah, tas, sepatu, buku, dan alat tulis akibat terendam banjir.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Sepriyanto, mengatakan pemulihan pendidikan menjadi salah satu prioritas pascabencana. “Kami berupaya agar kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan kembali. Namun, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan,” kata Sepriyanto, Selasa, 24 Desember 2025.
Menurut Sepriyanto, selain perbaikan bangunan sekolah, kebutuhan mendesak saat ini adalah perlengkapan sekolah dan dukungan psikososial bagi siswa. Ia menilai pemenuhan kebutuhan dasar tersebut penting untuk memulihkan semangat belajar anak-anak terdampak banjir.
Di tengah upaya pemulihan tersebut, media Kabar Tujuh menginisiasi Program Iklan Bayar Seikhlasnya. Program ini membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memasang iklan atau pesan kepedulian dengan kontribusi dana sukarela.

Kabar Tujuh menyatakan seluruh dana yang terkumpul dari program tersebut disalurkan 100 persen untuk pengadaan pakaian sekolah dan alat tulis sekolah bagi siswa terdampak banjir di Aceh Tamiang. Bantuan ini diharapkan dapat membantu siswa kembali mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan yang memadai.
Hingga kini, proses pendataan kebutuhan dan pemulihan sekolah masih berlangsung. Pemerintah daerah berharap dukungan masyarakat dapat mempercepat pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak banjir tersebut.

