Aceh Tamiang | Kabartujuh.com — Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali merefleksikan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, semangat Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kehidupan demokrasi yang sehat.
Pimpinan Redaksi Kabartujuh.com sekaligus Pimpinan 7Tujuh Media Solution, Dedek Purnama, mengatakan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam praktik jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.
Menurutnya, perjalanan pers Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, pers hadir sebagai sarana penyebaran informasi dan alat perjuangan yang membangkitkan semangat nasionalisme. Peran tersebut terus berkembang hingga memasuki era Reformasi 1998 yang membuka ruang kebebasan pers lebih luas sebagai bagian dari penguatan demokrasi di Indonesia.
“Kebebasan pers yang kita rasakan hari ini merupakan hasil perjuangan panjang. Karena itu, kebebasan tersebut harus dijaga dengan penuh tanggung jawab melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berpihak kepada kepentingan publik,” kata Dedek Purnama, Minggu (1/6/2025).
Ia menilai, tantangan dunia pers saat ini tidak lagi sebatas pada kebebasan memperoleh dan menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana media mampu menjaga kualitas pemberitaan di tengah maraknya hoaks, disinformasi, serta berbagai informasi yang belum terverifikasi di ruang digital.
Dalam kondisi tersebut, kata Dedek, media memiliki tanggung jawab untuk tetap menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya masyarakat. Pers dituntut untuk mengedepankan prinsip verifikasi, independensi, dan kode etik jurnalistik dalam setiap produk pemberitaan yang disajikan kepada publik.
“Pancasila mengajarkan nilai persatuan, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Nilai-nilai itu pula yang harus menjadi pijakan insan pers dalam menjalankan tugasnya. Ketika pers bekerja secara profesional, maka demokrasi akan tumbuh sehat dan kepercayaan publik terhadap media akan tetap terjaga,” ujarnya.
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Dedek mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga integritas profesi dan menjadikan karya jurnalistik sebagai sarana edukasi yang mampu memperkuat persatuan bangsa.
“Selamat Hari Lahir Pancasila. Mari kita rawat nilai-nilai kebangsaan, menjaga ruang demokrasi yang sehat, dan menghadirkan jurnalisme yang mencerdaskan serta bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
(Redaksi Kabartujuh.com)

