- Indragiri Hulu, Riau– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau menghadirkan inovasi pengolahan pakan ternak berbasis sumber daya lokal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu.
- Kegiatan yang berlangsung selama Juni hingga Juli 2026 itu merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang mengusung konsep zero waste, dengan memanfaatkan limbah pertanian, khususnya pelepah kelapa sawit, sebagai bahan baku pakan ternak yang bernilai ekonomis.
- Ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa hasil survei lapangan menunjukkan masih banyak limbah pelepah kelapa sawit yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Indragiri Hulu, Riau– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau menghadirkan inovasi pengolahan pakan ternak berbasis sumber daya lokal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu. Melalui pelatihan pembuatan pakan konsentrat dan silase, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus mengurangi ketergantungan peternak terhadap hijauan segar yang kerap sulit diperoleh pada musim kemarau.

Kegiatan yang berlangsung selama Juni hingga Juli 2026 itu merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang mengusung konsep zero waste, dengan memanfaatkan limbah pertanian, khususnya pelepah kelapa sawit, sebagai bahan baku pakan ternak yang bernilai ekonomis. Program ini melibatkan perangkat desa, kelompok peternak, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa KKN Universitas Riau.
Ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa hasil survei lapangan menunjukkan masih banyak limbah pelepah kelapa sawit yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sementara itu, peternak di Desa Sidomulyo juga menghadapi tantangan berupa terbatasnya ketersediaan hijauan berkualitas saat musim kemarau, sehingga berdampak pada produktivitas ternak.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN menyusun program edukasi mengenai formulasi pakan konsentrat berbahan baku lokal, seperti bungkil inti sawit, dedak padi, dan molase. Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan praktik langsung membuat silase menggunakan teknologi fermentasi anaerob sebagai cadangan pakan berkualitas yang dapat disimpan dalam jangka panjang.
Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan tahapan pembuatan silase mulai dari pencacahan hijauan, pencampuran bahan secara homogen, pemadatan dalam silo, hingga proses penyegelan kedap udara. Teknik tersebut bertujuan menjaga kualitas nutrisi hijauan sehingga tetap layak digunakan sebagai pakan ternak meski disimpan selama beberapa minggu.
Selain fokus pada peningkatan kualitas pakan, mahasiswa KKN juga menggelar edukasi kebersihan lingkungan melalui pembuatan tong sampah organik dan anorganik dari drum bekas. Bersama masyarakat, mereka melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan desa sekaligus mengumpulkan limbah organik yang masih berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak.
Pada akhir kegiatan, pemerintah Desa Sidomulyo mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program tersebut tidak hanya meningkatkan pengetahuan peternak mengenai teknologi pakan, tetapi juga mendorong terciptanya sistem pengelolaan limbah pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan.
Tim KKN berharap inovasi yang diperkenalkan dapat terus diterapkan oleh kelompok peternak secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, pemanfaatan sumber daya lokal melalui konsep zero waste diyakini mampu memperkuat ketahanan pakan ternak sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.
Isi artikel oleh :
Jagad Satrio Pangastuti
Farahdiba Salsabilla
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, 28293, Indonesia.

