- Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga warga yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda terus dilakukan Tim SAR Gabungan.
- Dalam mendukung proses pencarian, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi mengerahkan jaringan operator seluler serta sistem pemantauan spektrum frekuensi radio untuk membantu memetakan keberadaan para korban.
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan Komdigi telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau aktivitas Base Transceiver Station atau BTS di sepanjang wilayah pesisir Banten hingga Lampung.
Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga warga yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda terus dilakukan Tim SAR Gabungan.
Dalam mendukung proses pencarian, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi mengerahkan jaringan operator seluler serta sistem pemantauan spektrum frekuensi radio untuk membantu memetakan keberadaan para korban.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan Komdigi telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau aktivitas Base Transceiver Station atau BTS di sepanjang wilayah pesisir Banten hingga Lampung.
Komdigi juga menyiagakan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di kedua wilayah tersebut guna mendeteksi kemungkinan adanya sinyal telekomunikasi dari area pencarian.
Setiap sinyal yang berhasil terdeteksi akan dianalisis dan informasinya diteruskan kepada Tim SAR Gabungan sebagai bahan untuk menentukan titik pencarian.
Dari hasil pelacakan teknis, kontak komunikasi terakhir rombongan diketahui terdeteksi pada 7 September 2026 di sekitar Pulau Sebesi, Banten, kawasan yang berada tidak jauh dari Gunung Anak Krakatau.
Data log pemancaran sinyal tersebut kini telah diserahkan kepada tim penolong untuk membantu mempersempit wilayah pencarian dan meningkatkan peluang ditemukannya para korban.
Kabar Tujuh — menyajikan informasi akurat dan berimbang.

