- BIREUEN, Senin, 7 September 2026 — Jarak dan tempat bukanlah penghalang bagi seorang atlet untuk membuktikan kemampuan.
- Jauh dari kampung halaman dan keluarga, Aqila justru kembali menorehkan prestasi.
- Prestasi tersebut diraih Aqila setelah tampil dalam pertandingan penentuan yang digelar sebagai Partai Kehormatan.
KABAR TUJUH |Nasional
BIREUEN, Senin, 7 September 2026 — Jarak dan tempat bukanlah penghalang bagi seorang atlet untuk membuktikan kemampuan. Hal itu kembali ditunjukkan Aqila Mirzani Amir, pesilat muda asal Bireuen yang tengah menempuh pendidikan sekaligus menjalani pembinaan pencak silat di Maluku Utara.
Jauh dari kampung halaman dan keluarga, Aqila justru kembali menorehkan prestasi. Ia berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Gubernur Cup II Tahun 2026 cabang olahraga pencak silat kategori Seni Tunggal Praremaja.
Prestasi tersebut diraih Aqila setelah tampil dalam pertandingan penentuan yang digelar sebagai Partai Kehormatan. Di hadapan Wakil Gubernur Maluku Utara dan para penonton, Aqila tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di gelanggang.
Penampilan tersebut menjadi buah dari latihan, kedisiplinan, serta pembinaan yang dijalaninya selama berada di Maluku Utara. Kerja keras bersama para pelatih akhirnya terbayar dengan raihan medali emas.
Bagi Aqila, pencapaian tersebut bukan sekadar sebuah medali. Prestasi itu menjadi pembuktian bahwa seorang atlet dapat menunjukkan kualitasnya di mana pun berada, selama memiliki kemauan untuk berlatih, disiplin, dan terus berjuang.
Dari Bireuen, Aqila membawa mimpi. Di Maluku Utara, ia menempa diri. Dan di gelanggang, prestasi menjadi jawabannya.
Atas keberhasilannya, Aqila juga menerima sertifikat penghargaan dan bonus sebagai bentuk apresiasi dari penyelenggara Kejurda Gubernur Cup II Tahun 2026.
Kabar keberhasilan tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga Aqila di Bireuen. Di balik medali emas yang diraihnya, terdapat perjuangan seorang anak yang harus menjalani proses pendidikan dan pembinaan jauh dari orang tua, sekaligus membawa nama keluarga dan daerah asalnya.
Aqila menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelatih di Maluku Utara yang telah memberikan ilmu, bimbingan, serta dukungan selama menjalani proses latihan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada ayah dan ibu serta seluruh pihak di Bireuen yang tidak pernah berhenti memberikan doa dan dukungan dari kejauhan.
Raihan emas di Maluku Utara menjadi bukti bahwa perjalanan seorang atlet tidak selalu harus dimulai dari tempat yang besar. Dengan kerja keras dan konsistensi, kesempatan untuk berprestasi dapat hadir di mana saja.
Perjalanan Aqila masih panjang.
Medali emas ini bukanlah akhir, melainkan satu langkah menuju cita-cita yang lebih besar. Tantangan berikutnya tentu masih menanti, dan Aqila diharapkan tetap rendah hati, terus berlatih, serta mempertahankan semangat untuk mengukir prestasi.
Prestasinya juga menjadi pesan bagi generasi muda Bireuen bahwa jarak bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berjuang.
🥇 Prestasi tidak mengenal jarak. Kerja keras akan menemukan jalannya menuju kemenangan.
KABAR TUJUH — Fakta, Berimbang, Terpercaya
MEGA | Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran

