- BIREUEN — Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi meunasah di Gampong Bireuen Meunasah Reuleut, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (12/9/2026).
- Suasana peringatan Maulid tidak hanya terlihat dari ramainya warga yang hadir.
- Menariknya, jamuan Maulid tidak hanya diperuntukkan bagi tamu undangan.
KABAR TUJUH | MEGA — Liputan Langsung
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi meunasah di Gampong Bireuen Meunasah Reuleut, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (12/9/2026). Mereka berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M sekaligus mempererat silaturahmi antarsesama.

Suasana peringatan Maulid tidak hanya terlihat dari ramainya warga yang hadir. Tradisi menjamu tamu dengan hidangan makanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Maulid di Aceh. Warga datang, duduk bersama dan menikmati jamuan yang disiapkan panitia dalam suasana penuh kekeluargaan.
Menariknya, jamuan Maulid tidak hanya diperuntukkan bagi tamu undangan. Fakir dan duafa juga mendapat tempat yang sama untuk menikmati hidangan, menjadi gambaran bahwa perayaan Maulid tidak sekadar berkumpul dan makan bersama, tetapi juga menjadi ruang berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Nilai kebersamaan itu semakin terasa seiring hadirnya para tokoh undangan dalam kegiatan tersebut. Turut hadir dan memeriahkan peringatan Maulid, antara lain Panitia Pelaksana, Tgk. Sulaiman Hanafiah, serta undangan dari jajaran Pemerintah dan TNI-Polri, yaitu Danramil, Kapolsek, Camat, dan Tuha Peut Gampong. Kehadiran para tokoh ini menambah kekhidmatan dan makna kebersamaan dalam perayaan tersebut.
Turut hadir pula sekaligus menyampaikan sumbangan berupa 34 paket santunan untuk anak yatim Meunasah Reuleut, yakni Mukhlis, Suheri, dan Pakwan dari Perkebunan.
Bagi masyarakat Aceh, Maulid Nabi bukan hanya momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Tradisi tersebut juga menjadi kesempatan memperkuat silaturahmi, mempererat hubungan sesama warga serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui budaya berbagi.
Pada kesempatan penuh berkah itu, panitia menyerahkan santunan kepada sebanyak 34 orang anak yatim. Usai penyerahan santunan, para anak yatim bersama para tokoh masyarakat dan seluruh unsur yang hadir berfoto bersama sebagai tanda kebersamaan dan kepedulian sesama umat.
Foto bersama tersebut menjadi bukti nyata kebersamaan warga, di mana anak-anak yatim tampak duduk berdampingan dengan penuh kebahagiaan bersama para tetua dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa sebuah perayaan akan semakin bermakna ketika di dalamnya terdapat kepedulian kepada sesama.
Dari halaman meunasah hingga meja jamuan, peringatan Maulid di Gampong Bireuen Meunasah Reuleut memperlihatkan wajah sederhana kehidupan masyarakat Aceh: berkumpul, menjamu, berbagi dan menjaga silaturahmi. Nilai-nilai itulah yang membuat tradisi Maulid tetap hidup di tengah masyarakat.

