BIREUEN – Tangis haru tak terbendung di Gampong Bate Timoh, Kecamatan Jeumpa, saat sebuah pintu rumah baru perlahan dibuka. Bukan sekadar bangunan, tetapi harapan baru bagi Dewi Auliana dan empat adiknya yang harus melanjutkan hidup tanpa kedua orang tua.
Pada Senin, 6 April 2026, di tengah keterbatasan dan duka yang mereka rasakan, kehadiran Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST, menjadi cahaya yang menguatkan. Ia menyerahkan langsung sebuah rumah layak huni yang dibangun dari dana pribadinya, khusus untuk lima bersaudara tersebut.
Sebelumnya, Dewi dan adik-adiknya hidup dalam kondisi yang serba kekurangan. Tempat tinggal yang tidak memadai dan beban hidup yang berat menjadi keseharian mereka sejak ditinggal orang tua tercinta. Namun hari itu menjadi titik balik—hari ketika mereka tidak lagi merasa sendirian.
Prosesi penyerahan berlangsung sederhana, namun penuh makna. Warga, perangkat gampong, dan tokoh masyarakat turut menyaksikan, sebagian menahan air mata melihat kebahagiaan yang akhirnya menghampiri keluarga kecil itu.
Dalam suasana haru, Bupati Bireuen menyampaikan pesan yang menyentuh hati.
“Anak-anak ini bukan sendiri. Kita semua adalah keluarga mereka. Rumah ini mungkin tidak bisa menggantikan orang tua mereka, tapi semoga bisa menjadi tempat yang aman dan penuh kasih untuk mereka tumbuh dan bermimpi,” ucapnya dengan nada penuh kepedulian.
Dewi Auliana, sebagai anak sulung, kini menjadi sandaran bagi keempat adiknya. Di usianya yang masih muda, ia harus kuat menghadapi kenyataan. Namun kini, setidaknya mereka memiliki tempat yang layak untuk berteduh dan memulai kembali kehidupan.
Rumah itu bukan hanya sekadar bangunan, melainkan simbol cinta, kepedulian, dan harapan. Bahwa di tengah kehilangan, masih ada tangan-tangan yang peduli dan hati yang mau berbagi.
Di Bate Timoh hari itu, duka tidak lagi sepenuhnya gelap—karena harapan telah menemukan jalannya.(Mega)

