- BIREUEN — Disiplin pengangkutan bahan galian di ruas jalan utama Kabupaten Bireuen patut dipertanyakan.
- Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, terpal penutup hanya menutup sebagian muatan, sementara batu-batu besar menonjol ke atas dan ke samping tanpa pengamanan yang memadai.
- Fakta bahwa kendaraan dengan kondisi demikian dapat melintas bebas di kawasan strategis Simpang Empat pada jam aktivitas tinggi menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.
Kabar Tujuh | Mega Melaporkan dari Bireuen
BIREUEN — Disiplin pengangkutan bahan galian di ruas jalan utama Kabupaten Bireuen patut dipertanyakan. Sebuah truk pengangkut batu galian terpantau melintas di kawasan Simpang Empat Bundaran Bireuen, tepatnya di ruas Jalan Medan–Banda Aceh, Sabtu (8/8/2026) pukul 12.30 WIB. Kendaraan tersebut terlihat bergerak dari arah Kecamatan Juli menuju pusat kota, dengan muatan batu galian yang tidak tertutup rapat dan menumpuk melebihi batas kendaraan.
Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, terpal penutup hanya menutup sebagian muatan, sementara batu-batu besar menonjol ke atas dan ke samping tanpa pengamanan yang memadai. Kondisi ini diduga melanggar Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mewajibkan setiap pengemudi menjaga muatannya agar tidak berantakan, tercecer, atau menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan lain.
Fakta bahwa kendaraan dengan kondisi demikian dapat melintas bebas di kawasan strategis Simpang Empat pada jam aktivitas tinggi menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan dan penegakan aturan di lapangan. Simpang Empat Bundaran Bireuen merupakan kawasan pusat pemerintahan dan pertemuan jalan provinsi — bukan jalan tambang.
Diharapkan pengamatan ini menjadi catatan bagi seluruh pihak terkait agar pengangkutan bahan galian di wilayah Bireuen dapat berjalan lebih tertib, aman, dan senantiasa sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Berita disusun berdasarkan pengamatan langsung dan dokumentasi foto wartawan di lokasi kejadian.


