- BIREUEN — Pra-Musrenbang Tematik Stunting di Gampong Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Rabu (23/9/2026), tidak berhenti sekadar membahas soal stunting.
- Berlangsung di Meunasah Gampong Geulanggang Gampong, pertemuan mempertemukan unsur pemerintahan kecamatan, tenaga kesehatan, kader, pendamping desa, aparatur gampong, hingga unsur keamanan.
- Keuchik Geulanggang Gampong, Teuku Saifunna, menegaskan forum ini harus melahirkan arah yang nyata, khususnya di bidang kesehatan.
KABAR TUJUH | MEGA — Melaporkan Langsung dari Lapangan
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Pra-Musrenbang Tematik Stunting di Gampong Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Rabu (23/9/2026), tidak berhenti sekadar membahas soal stunting. Forum ini menjadi ruang luas untuk memetakan kondisi kesehatan, pelayanan dasar, hingga kebutuhan warga sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) Tahun Anggaran 2027.
Berlangsung di Meunasah Gampong Geulanggang Gampong, pertemuan mempertemukan unsur pemerintahan kecamatan, tenaga kesehatan, kader, pendamping desa, aparatur gampong, hingga unsur keamanan. Semua data dan persoalan dibedah bersama agar perencanaan ke depan tidak berangkat dari asumsi, melainkan berdasarkan kenyataan di lapangan.
Keuchik Geulanggang Gampong, Teuku Saifunna, menegaskan forum ini harus melahirkan arah yang nyata, khususnya di bidang kesehatan.
“Hasil rembug hari ini harus menjadi acuan program tahun depan. Yang kita susun harus benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pencegahan harus dimulai sejak dini, sebelum masalah datang. “Jangan menunggu ada persoalan baru bergerak. Keberhasilan ini butuh kerja bersama, tidak bisa dilakukan sendiri,” katanya.
Data Menjadi Pijakan
Gampong yang terdiri dari empat dusun dengan 1.231 kepala keluarga ini belum mencatat kasus stunting maupun gizi buruk. Namun kondisi gizi kurang tetap menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti melalui pemantauan tenaga kesehatan dan kader.
Hingga Agustus 2026, tercatat ada 43 ibu hamil dan 22 ibu nifas. Angka ini menjadi dasar memperkuat pencegahan sejak masa kehamilan. Bidan Desa Nana Fitriani, S.Tr.Keb., menjelaskan Kelas Ibu Hamil kini dilaksanakan terpisah dari Posyandu setiap minggu ketiga bulan agar edukasi lebih fokus — mencakup gizi, persiapan persalinan, ASI, imunisasi, serta mengenali risiko “4T”: terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak anak.
Cakupan imunisasi dasar lengkap saat ini baru 34 persen. Kekhawatiran keluarga terhadap efek pasca-imunisasi serta dukungan yang belum sepenuhnya terbangun menjadi hal yang terus diberikan pemahaman secara intensif.
Bukan Hanya Soal Stunting
Sekretaris Kecamatan Kota Juang Azhari Ibrahim, S.Pd., yang mewakili Camat, menjelaskan perubahan dari “Rembuk Stunting” menjadi “Pra-Musrenbang Tematik” membawa ruang yang lebih luas. Kini dibahas pula Posyandu, enam Standar Pelayanan Minimal, rumah tidak layak huni, infrastruktur, hingga anak yang putus sekolah.
Dengan sistem pendataan yang sudah berjalan daring, Azhari mengingatkan: “Semua akan terbuka. Jika ada yang belum tepat, kita cari tahu — apakah dari sistem atau saat pendataan di lapangan?”
Terkait anggaran, ia menekankan Dana Desa yang semakin terbatas harus digunakan secara tepat, terukur, dan dapat dikontrol. “Yang ada harus benar-benar untuk program yang jelas manfaatnya bagi warga,” pesannya.
Ia mengajak seluruh hadirin menyumbangkan gagasan terbaik. “Mari kita bangun kebersamaan, agar setiap rencana yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.”
Kegiatan dihadiri Ketua TP-PKK Kecamatan Popy A.Md.Kep., Kapolsek Kota Juang Iptu Faisal, S.H., Danramil Kota Juang Kapten Inf. Hesniady, Kepala Puskesmas Kota Juang dr. Asmaul Husna, Ketua TP-PKK Gampong Jilia Funnan, Pendamping Desa Romi Yulinda, kader, aparatur gampong, kepala dusun, Tuha Peut, serta tokoh masyarakat.
Bagi Geulanggang Gampong, tantangannya bukan sekadar menyusun daftar program, melainkan memastikan setiap rencana memiliki dasar data yang kuat, sasaran yang jelas, dan manfaat yang nyata dirasakan warga.

