Bireuen – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) memfasilitasi rapat koordinasi terbuka yang berlangsung di Meeting Room SP4 Kupi Bireuen, Selasa (31/03/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi terkait penanganan korban banjir di Kabupaten Bireuen.

Berdasarkan pantauan langsung media di lokasi, rapat berlangsung dalam suasana terbuka dan dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan. Terlihat masyarakat, mahasiswa, jurnalis, hingga perwakilan penyandang disabilitas turut hadir bersama unsur Koalisi Gerakan Sipil Bireuen dan Koalisi Korban Bencana.
Dalam forum tersebut, peserta secara bergantian menyampaikan aspirasi. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa bantuan bagi korban banjir dinilai belum sepenuhnya merata. Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan pengalaman langsung yang dibagikan dalam diskusi.
Selain itu, peserta juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi terkait pengelolaan dan penyaluran bantuan, agar dapat diterima secara adil oleh masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Ketua Koordinasi GeRAK, Akmal, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat telah menyusun petisi sebagai bentuk aspirasi bersama.
“Kami mendorong transparansi serta penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan inklusif,” ujarnya di hadapan peserta rapat.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan adanya penekanan dari peserta terkait pentingnya pendataan yang akurat, percepatan distribusi bantuan, serta pengawasan bersama guna menghindari potensi penyimpangan.
Di sisi lain, terkait penyaluran bantuan, pihak terkait sebelumnya menyampaikan bahwa proses distribusi masih berlangsung secara bertahap, dengan mempertimbangkan verifikasi data di lapangan agar bantuan tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi tambahan dari pihak terkait mengenai perkembangan terbaru data penerima bantuan.
Di akhir kegiatan, peserta rapat menyampaikan bahwa forum ini menjadi bagian dari konsolidasi aspirasi masyarakat. Sebagai tindak lanjut, direncanakan penyampaian aspirasi lanjutan pada Senin, 6 April 2026, dengan harapan dapat mendorong perhatian lebih lanjut terhadap penanganan korban banjir di Kabupaten Bireuen.(Mega)

