JAKARTA – Kongres Keluarga Urueng Pidie (KUPI) yang berlangsung di Wisma Taman Iskandar Muda (TIM), Jakarta, menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Pidie di perantauan. Dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat persatuan, *Dr. H. Asfifuddin, S.H., M.H.* resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KUPI periode terbaru.
Terpilihnya Dr. Asfifuddin secara aklamasi mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan dan soliditas warga Pidie terhadap sosok akademisi dan praktisi hukum yang selama ini dikenal aktif membangun jejaring sosial, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat Aceh di berbagai daerah.
Kongres yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pidie, *H. Alzaizi Umar*, bersama Ketua DPRK Pidie, Anwar Sastra Putra, S.H. Kehadiran unsur pimpinan daerah menunjukkan kuatnya hubungan antara Pemerintah Kabupaten Pidie dan diaspora Pidie yang selama ini menjadi mitra strategis pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pidie menegaskan bahwa keberadaan KUPI memiliki peran penting dalam memperkuat kontribusi masyarakat perantauan terhadap kemajuan kampung halaman.
“Kami berharap KUPI di bawah kepemimpinan yang baru dapat menjadi kekuatan besar yang mampu menghimpun potensi, gagasan, dan sumber daya warga Pidie untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Aklamasi Jadi Simbol Persatuan
Proses pemilihan yang berlangsung secara aklamasi dinilai sebagai simbol kuatnya persatuan dan kesamaan visi di kalangan warga Pidie. Di tengah dinamika organisasi yang semakin kompleks, kesepakatan bulat peserta kongres menjadi sinyal bahwa KUPI ingin bergerak lebih fokus pada agenda pembangunan sosial, ekonomi, pendidikan, dan penguatan jaringan diaspora.
Sebagai ketua terpilih, Dr. H. Asfifuddin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
> “Amanah ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar. Ke depan, kita akan memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengoptimalkan potensi intelektual dan profesional warga Pidie di perantauan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan masyarakat,” katanya.
Diaspora Pidie Didorong Menjadi Kekuatan Pembangunan
Pengamat organisasi masyarakat menilai KUPI memiliki posisi strategis karena menghimpun banyak tokoh profesional, akademisi, birokrat, pengusaha, hingga generasi muda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jika dikelola secara modern dan profesional, jaringan diaspora tersebut dapat menjadi modal sosial yang sangat besar bagi kemajuan Kabupaten Pidie.
Kongres yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri tokoh masyarakat Aceh, para sesepuh, akademisi, pemuda, serta mahasiswa asal Pidie yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Semangat kebersamaan yang terlihat sepanjang acara menunjukkan bahwa identitas ke-Pidie-an tetap menjadi perekat kuat bagi masyarakat perantauan.
Harapan Baru untuk KUPI
Dengan kepemimpinan baru, KUPI diharapkan mampu bertransformasi menjadi organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga pusat kolaborasi yang mampu melahirkan program-program konkret di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Terpilihnya Dr. H. Asfifuddin secara aklamasi menjadi babak baru bagi perjalanan KUPI. Masyarakat menaruh harapan besar agar organisasi ini mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh warga Pidie serta menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara diaspora dan kampung halaman demi mewujudkan Pidie yang lebih maju, bermartabat, dan berdaya saing.

