- Manyak Payed, Kabartujuh — Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, melakukan kunjungan langsung ke Batalyon Infanteri 111/Karma Bhakti di Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Jumat, 5 Desember 2025.
- Banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang tidak hanya melumpuhkan permukiman warga, tetapi juga ikut merusak kompleks Yonif 111/Karma Bhakti.
- Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs.
Manyak Payed, Kabartujuh — Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, melakukan kunjungan langsung ke Batalyon Infanteri 111/Karma Bhakti di Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Jumat, 5 Desember 2025. Kunjungan ini dilakukan melalui jalur udara untuk melihat kondisi prajurit beserta keluarga yang terdampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang tidak hanya melumpuhkan permukiman warga, tetapi juga ikut merusak kompleks Yonif 111/Karma Bhakti. Saat tiba di lokasi, Jenderal Tandyo menyapa para prajurit serta anggota Persit yang masih berada dalam kondisi pemulihan pascabencana.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, Danbrigif 25/Siwah Kolonel Inf Dr. Dimar Bahtera, S.Sos., M.A.P; serta Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya,S.Sos ,M.M.
Komandan Batalyon Infanteri 111/KarmaBhakti, Mayor Inf Doni Prasetyo, S.Hub.Int., M.I.P., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang disebutnya membawa semangat besar bagi para prajurit di tengah kondisi yang masih jauh dari layak.
“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita beserta rombongan di tengah-tengah kami,”ujarnya.
Dalam peninjauannya, Wakil Panglima TNI melihat langsung kerusakan parah yang menimpa 161 bangunan, termasuk rumah dinas prajurit, perkantoran batalyon, pagar, serta tembok satuan. Seluruh isi rumah seperti pakaian, peralatan elektronik, dan logistik juga tidak dapat diselamatkan. Lumpur setebal hingga 60 sentimeter tampak memenuhi area kompleks.
Seorang prajurit mengungkapkan kondisi mereka yang kehilangan hampir seluruh harta benda. “Rumah dan pakaian kami tidak dapat diselamatkan, bahkan sepeda motor pun hanyut disapu banjir. Kami perlahan melakukan pembersihan dan perbaikan bagian yang rusak,” ujarnya dengan wajah lelah.
Banjir bandang yang melanda hampir seluruh Provinsi Aceh menimbulkan kerugian besar serta korban jiwa. Kondisi ini dinilai sudah layak ditetapkan sebagai bencana nasional. Masyarakat berharap pemerintah pusat dapat bergerak cepat dalam penanganan dampak banjir, terutama pemenuhan bantuan dasar. Hingga kini, distribusi logistik masih dilakukan ke sejumlah posko, namun banyak lokasi belum dapat dijangkau akibat rusaknya akses jalan.
Kunjungan Wakil Panglima TNI tersebut dilakukan menggunakan Helikopter Caracal HT-7202 dari Skadron Udara 8, yang diterbangkan oleh Pilot Mayor Pnb Yusman dan Copilot Kapten Pnb Natan.

