- ACEH SINGKIL– Tiga jembatan kayu yang selama ini menjadi akses penyeberangan masyarakat Kampung Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, terputus akibat banjir dan derasnya luapan sungai.Rabu,(7/10/2026).
- Putusnya jembatan tersebut terjadi setelah aliran air dari dua jalur sungai, yakni Lae Menendang dan Lae Suraya, meluap.
- Akibat kondisi tersebut, aktivitas warga tidak dapat berjalan seperti biasanya.
ACEH SINGKIL– Tiga jembatan kayu yang selama ini menjadi akses penyeberangan masyarakat Kampung Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, terputus akibat banjir dan derasnya luapan sungai.Rabu,(7/10/2026).
Putusnya jembatan tersebut terjadi setelah aliran air dari dua jalur sungai, yakni Lae Menendang dan Lae Suraya, meluap. Kondisi semakin diperparah oleh tumpukan eceng gondok yang terbawa arus, sehingga akses penyeberangan masyarakat terganggu.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas warga tidak dapat berjalan seperti biasanya. Masyarakat terpaksa menggunakan perahu karet sebagai sarana penyeberangan sementara yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Singkil bersama Dinas PUPR dan BPBD Aceh Singkil bergerak cepat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.
Sebagai langkah sementara, pemerintah mempersiapkan dan mengoperasikan perahu karet untuk membantu masyarakat menyeberang sembari menunggu proses pembangunan kembali jembatan yang terputus.
Langkah cepat pemerintah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kepala desa yang mewakili warga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil atas perhatian dan respons cepat terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah cepat tanggap melihat kondisi masyarakat. Bantuan perahu karet ini sangat berarti bagi warga, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari sambil menunggu jembatan kembali dibangun,” ungkapnya.
Masyarakat berharap pembangunan kembali jembatan dapat segera direalisasikan, sehingga akses transportasi dan aktivitas warga dapat kembali normal.
Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap infrastruktur penghubung masyarakat, terutama di wilayah yang rawan terdampak luapan sungai. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi respons saat bencana terjadi, tetapi juga berlanjut melalui pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan aman bagi warga.(Joni)

