Seleksi Paskibraka 2026 Dibuka di UNIKI, SMA Negeri 1 Bireuen Tampil Dominan
BIREUEN — Pemerintah Kabupaten Bireuen resmi membuka seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten dan provinsi tahun 2026. Ajang pencarian putra-putri terbaik daerah ini digelar di lingkungan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Senin (20/4/2026).
Hasil liputan langsung wartawan Kabar7 di lokasi acara
Pembukaan kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat ini dilakukan oleh Asisten II Setdakab Bireuen, Mawardi, mewakili Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST.
Antusiasme generasi muda tergambar jelas dengan diikutinya seleksi oleh sebanyak 84 peserta yang berasal dari 24 sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Bireuen. Di antara lembaga pendidikan yang berpartisipasi, SMA Negeri 1 Bireuen tampil paling menonjol dan mendominasi keikutsertaan, dengan mengirimkan kontingen terbanyak yaitu 18 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 9 putra dan 9 putri, yang menunjukkan kualitas dan minat yang seimbang antara siswa laki-laki dan perempuan.
Tak hanya unggul dari sisi kuantitas, SMA Negeri 1 Bireuen juga membuktikan kualitasnya. Sejumlah siswa dari sekolah ini berhasil melangkah ke tahap berikutnya, di antaranya Hafiz Riansyah dan Muhammad Taufiq. Keduanya dinilai memiliki kesiapan fisik yang prima, mental yang tangguh, serta kedisiplinan tinggi selama mengikuti rangkaian tes.
Selain itu, peserta lain yang juga dinyatakan lulus tahap awal berasal dari berbagai institusi pendidikan, seperti Ahmad Rizky Nasuha (SMK-PP Negeri Bireuen), Aisyari (SMKN 1 Gandapura), Azmi Umri (SMA Negeri 1 Peudada), Fathurrahman (SMA 1 Samalanga), hingga Ikbal (MAN 3 Bireuen).
Deretan nama berprestasi lainnya yang turut lolos seleksi meliputi Ikhsan Alfatani, Imam Khalifah Assajad, M. Irfan, M. Muzammil, M. Ikhsan, M. Haikal Djibran, Muhammad Kadafi, Muhammad Akbar AR Rahman, Muhammad Alfin, Muhammad Aqil Arsala, Muhammad Arsyad Raja Andi, Muhammad Fazil, Muhammad Haikal, Muhammad Noval, Muhammad Raihan, Muhammad Rayyan, Muhammad Reza, Muhammad Rizaluddin, Muhammad Sultan Alrifqi, Muhammad Sultan Nabawi, hingga Muhammad Syarkawi.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Mawardi, ditegaskan bahwa menyandang status sebagai Paskibraka bukan sekadar tugas mengibarkan bendera, melainkan sebuah kehormatan besar yang menjadi simbol kedisiplinan, ketangguhan, serta jiwa kepemimpinan generasi muda.
“Seleksi ini tidak hanya mengukur kemampuan fisik semata, tetapi lebih dari itu—uji ketahanan mental, tingkat kedisiplinan, serta integritas pribadi. Hanya yang terbaik yang berhak menjadi wajah dan kebanggaan daerah,” ujarnya.
Kepada seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus, mereka diimbau untuk terus menjaga kondisi fisik dan kesehatan, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan diri sebaik mungkin guna menghadapi tantangan di tahapan seleksi berikutnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Bireuen yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai calon pemimpin masa depan. Keberhasilan SMA Negeri 1 Bireuen dalam mencetak talenta terbaik juga semakin memperkuat peran sekolah tersebut sebagai salah satu penyumbang kader andalan bagi kemajuan daerah.
( Mega)
📲 Share ke WhatsApp
