- - Pengerjaan proyek pembuatan Drainase senilai Rp 298.950.000 baru selesai dikerjakan namun kini telah mengalami kerusakan pada lining dan lantai drainase retak retak.
- Pelaksana proyek tersebut adalah CV.TG dan lokasi proyek tepatnya di Rimo Bunga , Kelurahan Bintang Julu, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
- Saat dimintai keterangan dari para pekerja disana, mereka mengatakan kepada awak media bahwa bangunan drainase tersebut baru selesai dikerjakan dan saat ini masih mengerjakan bangunan tembok penahan (BTP) di lokasi tersebut.
Dairi, Sumatera Utara. – Pengerjaan proyek pembuatan Drainase senilai Rp 298.950.000 baru selesai dikerjakan namun kini telah mengalami kerusakan pada lining dan lantai drainase retak retak. Sabtu (19/09/2026).
Pelaksana proyek tersebut adalah CV.TG dan lokasi proyek tepatnya di Rimo Bunga , Kelurahan Bintang Julu, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Saat dimintai keterangan dari para pekerja disana, mereka mengatakan kepada awak media bahwa bangunan drainase tersebut baru selesai dikerjakan dan saat ini masih mengerjakan bangunan tembok penahan (BTP) di lokasi tersebut.
Namun ketika Awak Media menanyakan terkait ke rusakan dan retaknya lantai drainase tersebut ,para pekerja.mengakui tidak mengetahui tentang hal itu dan tidak memberikan jawaban tertentu.
Tampak dilokasi sebuah papan plank proyek bertuliskan informasi yang menyebutkan bahwa proyek dari Dinas Pekerjaan umum dan tata ruang ( PUTR) Dairi.
Penyelenggaraan jalan kabupaten/ kota,Sub kegiatan: pemeliharaan berkala jalan tahun anggaran 2026.
Perbaikan bahu jalan Rimo Bunga, Kelurahan Bintang Julu, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, senilai Rp 298.950.000, Sumber dana APBD DAU ( TKD) Dairi tahun anggaran 2026,Masa pelaksanaan: Agustus – Oktober 2026 dan pelaksana proyek: CV TG.
Awak media mencoba konfirmasi kepada kepala Dinas PUTR Dairi,Makarios Sagala namun tidak bisa di jumpai dan dihubungi lewat handphone pun belum masih belum aktif.
Seorang warga setempat inisial Rait bersama warga Sidikalang mengatakan bahwa pelaksanaan proyek drainase tersebut terkesan asal di kerjakan ataupun diduga Asal lah ada.
” Saat proyek berlangsung pun dikerjakan, tidak ada pihak dinas PUTR yang mengawasi sehingga hasil proyek tersebut dirasakan meragu atas kualitasnya,” demikian pengakuan warga.
Masyarakat Dairi khususnya Sidikalang bersama awak media di kabupaten Dairi sangat merasa ada keragu-raguan di hati karena bangunan drainase diduga tidak sesuai dengan Spesifikasi yang ada dalam Speck.
Dari itulah warga Dairi meminta penuh harap agar proyek tersebut di tinjau langsung ke lokasi oleh Kepala Dinas PUTR Dairi,Masyaraya Berutu bersama dengan Bupati Dairi, Vickner Sinaga.
Eko

