Bireuen – Ratusan kader memadati ruang kegiatan di Hotel Bireuen Jaya saat Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bireuen resmi dibuka pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat konsolidasi politik partai di tingkat daerah.

Muscab yang digelar secara bersamaan untuk sejumlah daerah di Aceh, meliputi Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe, dinilai sebagai langkah strategis dalam merapikan struktur organisasi sekaligus memperkuat arah gerak politik PKB ke depan.
Berdasarkan rundown kegiatan, seremoni pembukaan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne Aceh, dan Mars PKB, serta rangkaian sambutan dari panitia dan pimpinan partai.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Muhammad Rano Alfath, S.H., M.H., serta Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud, S.E., M.AP. Kehadiran mereka memperlihatkan perhatian serius dari tingkat pusat terhadap dinamika organisasi di daerah.
Selain itu, Ketua Dewan Syuro DPW PKB Aceh, Waled H. Amruddin M. Diah, bersama jajaran pengurus DPW PKB Aceh juga hadir, mempertegas pentingnya sinergi antara struktur wilayah dan cabang dalam memperkuat soliditas partai.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah dan Forkopimda, termasuk Bupati Pidie Jaya H. Saifullah, Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri, Wakil Ketua I DPRK Bireuen Surya Dharma yang juga kader PKB, Kapolres Bireuen atau yang mewakili, serta Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen atau perwakilan. Kehadiran unsur pemerintah dan aparat penegak hukum menunjukkan dukungan terhadap proses demokrasi internal partai.
Tak hanya itu, kehadiran para Ketua DPC PKB dari Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe menjadi indikator kuatnya konsolidasi lintas daerah yang tengah dibangun oleh PKB di Aceh.
Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan partai menegaskan bahwa Muscab merupakan forum strategis untuk memperkuat struktur kepengurusan serta menyatukan visi dalam menghadapi tantangan politik ke depan.
“Muscab ini menjadi momentum untuk memperkuat soliditas kader, serta menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan politik ke depan,” ujar salah satu pimpinan dalam sambutan pembukaan.
Lebih jauh, Muscab ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya PKB dalam meningkatkan kualitas kaderisasi serta memperkuat basis dukungan di tingkat akar rumput. Konsolidasi yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat peran partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda sidang pleno yang membahas evaluasi organisasi, program kerja, serta pemilihan kepengurusan baru di masing-masing daerah.
Melalui Muscab ini, PKB diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang solid dan responsif, serta memperkuat peran partai dalam pembangunan daerah dan dinamika politik lokal di Aceh.(Mega)

