ACEH UTARA – Muhammad, kepala rumah tangga asal Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, mengaku hingga kini belum menerima bantuan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut tahun lalu, meskipun namanya tercatat dalam daftar korban terdampak bencana, Selasa (9 Juni 2026).


Rumah yang ditematinya bersama istri dan lima anak mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada tahun lalu. Sebagian besar bangunan hanyut terbawa arus, menyisakan hanya bagian dapur yang kini menjadi tempat tinggal sementara bagi keluarganya.
Berdasarkan dokumen pendataan yang diperlihatkan kepada media ini, nama Muhammad tercantum dalam daftar warga terdampak banjir dan masuk sebagai calon penerima bantuan Hunian Sementara (Huntara). Muhammad mengaku masih menyimpan salinan dokumen tersebut sebagai bukti bahwa dirinya telah mengikuti proses pendataan pascabencana.
“Saya sudah terdaftar saat pendataan dilakukan. Nama saya juga tercantum dalam daftar calon penerima bantuan. Sampai hari ini belum ada bantuan yang saya terima,” ujar Muhammad.
Ia mengaku belum menerima bantuan berupa Hunian Sementara (Huntara), Dana Tunggu Hunian (DTH), maupun bantuan hidup (jadup) yang diperuntukkan bagi warga terdampak bencana.
Kondisi yang dihadapi keluarga Muhammad saat ini cukup memprihatinkan. Bersama istri dan lima anaknya, termasuk seorang anak yang masih berusia balita, ia terpaksa bertahan hidup di bagian dapur rumah yang masih tersisa setelah banjir bandang menghancurkan tempat tinggal mereka.
Dapur yang kini menjadi tempat tinggal sementara keluarga tersebut hanya berukuran sekitar 4 x 3 meter. Ruangan sederhana itu menjadi tempat berlindung bagi tujuh anggota keluarga setelah sebagian besar rumah mereka hanyut diterjang arus banjir.
Di ruangan sempit tersebut, Muhammad dan keluarganya tidur beralaskan kasur yang berhasil diselamatkan dari terjangan banjir. Dengan kondisi serba terbatas, mereka berusaha bertahan sambil menunggu kepastian bantuan dan tempat tinggal yang lebih layak.
“Yang masih tersisa hanya dapur. Atapnya juga bocor. Di situlah kami tinggal sementara bersama keluarga. Bahkan terkadang kami tidur berdampingan dengan ayam karena tidak ada tempat lain yang bisa ditempati,” kata Muhammad.
Selain menghadapi keterbatasan tempat tinggal, Muhammad mengaku kondisi ekonomi keluarganya turut terdampak sejak banjir melanda wilayah tersebut.
“Sebelum banjir saya masih bisa bekerja di ladang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sekarang saya tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya mengandalkan pekerjaan serabutan. Kalau ada pekerjaan dan rezeki, alhamdulillah kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalau tidak ada, kami hanya bisa bertahan dengan apa yang ada,” tuturnya.
Menurut Muhammad, kondisi tersebut menjadi beban tersendiri karena sebagai kepala rumah tangga ia harus memenuhi kebutuhan istri dan kelima anaknya di tengah keterbatasan yang ada.
Meski hidup dalam keterbatasan, Muhammad mengaku masih menyimpan salinan data pendataan yang menunjukkan dirinya telah terdaftar sebagai korban banjir. Ia berharap ada kejelasan terkait status bantuan yang diajukan.
“Saya masih menyimpan data itu sebagai bukti bahwa saya sudah didata. Harapan kami hanya ada kejelasan mengenai bantuan yang seharusnya diterima korban banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Buket Linteung yang dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon membenarkan bahwa Muhammad merupakan salah satu warga yang terdampak banjir di gampong tersebut. Keuchik juga membenarkan bahwa hingga saat ini bantuan yang diharapkan oleh Muhammad belum diterima.
Pihak pemerintah gampong berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian instansi terkait agar status bantuan warga yang telah didata dapat ditelusuri dan diverifikasi kembali sesuai mekanisme yang berlaku.
Kondisi yang dialami Muhammad menjadi gambaran bahwa masih ada warga terdampak banjir yang menantikan kejelasan terkait bantuan pascabencana. Di tengah keterbatasan yang dihadapi, ia bersama keluarganya terus berupaya bertahan sambil menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.
Hingga berita ini ditayangkan, media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari instansi terkait mengenai status bantuan Muhammad serta proses penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di wilayah tersebut.(Mega)

