- Bireuen, Aceh — Kodim 0111/Bireuen terus mengambil bagian dalam mendukung berbagai program pemerintah melalui kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
- Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam membantu masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
- Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Program Jembatan Garuda.
Bireuen, Aceh — Kodim 0111/Bireuen terus mengambil bagian dalam mendukung berbagai program pemerintah melalui kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Sejumlah program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur melalui Program Jembatan Garuda, penyediaan air bersih, revitalisasi sekolah terdampak bencana, ketahanan pangan hingga pembinaan lingkungan hidup.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam membantu masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
23 Titik Jembatan Dibangun di Bireuen
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Program Jembatan Garuda. Program tersebut merupakan program pemerintah yang kemudian melibatkan TNI AD dalam pelaksanaannya.
Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf Dikdik Sukayat, S.I.P., M.I.P menjelaskan, Jembatan Garuda mencakup pembangunan sejumlah jenis jembatan, mulai dari Jembatan Bailey, Jembatan Perintis atau Gantung, Jembatan Armco hingga Jembatan Beton.
Khusus di Kabupaten Bireuen, hingga saat ini tercatat sebanyak 23 titik jembatan telah dibangun.
Rinciannya terdiri dari 6 titik Jembatan Bailey, 13 titik Jembatan Armco, serta 4 titik Jembatan Perintis atau Gantung yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Pembangunan tersebut antara lain berada di wilayah Kuta Blang, Juli, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Jeunib, Jeumpa, Kuala, Peudada, Peulimbang, Samalanga dan Gandapura.
Menurut Dandim, salah satu pembangunan yang paling berkesan adalah pembangunan jembatan Bailey setelah bencana banjir yang melanda Kabupaten Bireuen pada November 2025.
Bencana tersebut sempat menyebabkan sejumlah akses transportasi terputus, termasuk Jembatan Kuta Blang yang merupakan bagian dari jalur nasional Banda Aceh–Medan. Kondisi serupa juga terjadi pada Jembatan Awe Getah dan Jembatan Teupin Mane yang menjadi akses penting menuju sejumlah wilayah di Aceh.
Situasi tersebut membuat beberapa daerah, termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues, mengalami keterisolasian akses.
Dalam kondisi tersebut, pemerintah bersama TNI AD bergerak cepat membangun jembatan Bailey sebagai jembatan sementara untuk menghubungkan kembali akses transportasi sehingga bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, di Desa Saleh Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, yang sempat mengalami keterisolasian akibat jalan terputus karena tergerus air, dibangun lima titik jembatan Armco.
Program Air Bersih Menjangkau Sejumlah Wilayah
Selain pembangunan infrastruktur, Kodim 0111/Bireuen juga menjalankan program penyediaan air bersih untuk masyarakat.
Dalam mendukung program pemerintah, Kodim 0111/Bireuen telah membangun lima titik sumur bor di Kecamatan Peudada melalui kegiatan TMMD ke-123 tahun 2025.
Kemudian pada pelaksanaan TMMD ke-127, pembangunan sumur bor juga dilakukan di lima titik di Kecamatan Jeunib, salah satunya berada di Desa Jeumpa Sikureung.
Program air bersih tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air.
Salah seorang aparatur desa, dalam materi podcast tersebut, menyampaikan bahwa keberadaan sumur bor membantu masyarakat karena sumber air dapat dijangkau dengan lebih mudah dan berada relatif dekat dengan permukiman warga.
Kodim 0111/Bireuen juga menyebut adanya pembangunan sumur bor melalui program unggulan TNI AD di sejumlah lokasi lainnya.
Revitalisasi 31 Sekolah
Di sektor pendidikan, Kodam Iskandar Muda bersama Kodim 0111/Bireuen dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah turut melaksanakan program revitalisasi sekolah.
Program tersebut mencakup 31 titik sekolah yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen.
Revitalisasi menjadi perhatian khusus, terutama terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Beberapa sekolah bahkan terpaksa direlokasi karena mengalami kerusakan berat. Dalam kondisi tersebut, sebagian peserta didik masih harus mengikuti pembelajaran di tenda maupun memanfaatkan bangunan lama yang masih dianggap layak digunakan.
Di antaranya terdapat SD 12 Juli di Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli; SD 14 Juli di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli; serta SD 5 Peusangan Siblah Krueng di Desa Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
Program revitalisasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sarana pendidikan sehingga proses belajar mengajar bagi siswa dapat kembali berlangsung secara aman dan layak.
Dorong Ketahanan Pangan
Kodim 0111/Bireuen juga menjalankan program ketahanan pangan sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah.
Pada 2026, Kodim 0111/Bireuen melaksanakan penanaman padi seluas 5 hektare di Desa Jeumpa Sikureung, Kecamatan Jeunib, dalam rangkaian kegiatan TMMD ke-127.
Selain mendukung proses penanaman, TNI juga memberikan bantuan kepada petani dan ikut mendampingi proses pertanian.
Dari kegiatan tersebut, hasil panen yang dilaporkan mencapai sekitar 13 ton.
Para Babinsa juga dilibatkan dalam membantu Bulog melalui program penyerapan gabah petani di wilayah Kabupaten Bireuen.
Pembinaan Lingkungan Hidup
Komitmen terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari kegiatan Kodim 0111/Bireuen.
Melalui program pembinaan lingkungan hidup, Kodim melaksanakan kegiatan penanaman pohon di sejumlah wilayah.
Dalam pelaksanaan TMMD ke-123 tahun 2025, sebanyak 200 batang pohon keras ditanam di lahan tandus Desa Hagu, Kecamatan Peudada.
Kemudian pada Juni 2026, kegiatan serupa kembali dilakukan dengan menanam pohon keras dan pohon buah di sekitar aliran sungai Desa Pante Baro, Kecamatan Juli.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu menjaga lingkungan, mencegah kerusakan lahan serta mendukung kelestarian kawasan sekitar aliran sungai.
TNI AD Hadir Mendukung Masyarakat
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan Kodim 0111/Bireuen tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam membantu masyarakat melalui program pembangunan dan pemberdayaan wilayah.
Mulai dari membuka kembali akses transportasi melalui pembangunan jembatan, menyediakan sumber air bersih, membantu pemulihan fasilitas pendidikan, mendukung ketahanan pangan hingga menjaga lingkungan.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan wilayah Bireuen, khususnya setelah bencana yang sempat mengganggu berbagai akses dan aktivitas masyarakat.
Dengan keterlibatan TNI AD bersama pemerintah dan masyarakat, pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian infrastruktur, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bireuen.

