- JAKARTA, 16 Agustus 2026 — Keluarga Urueng Pidie (KUPI) resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030.
- Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat asal Pidie yang berada di perantauan untuk memperkuat tali silaturahmi, solidaritas, serta membangun kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat dan daerah.
- Sejumlah tokoh masyarakat Aceh di perantauan, perwakilan diaspora Pidie, serta tamu undangan turut menghadiri prosesi pelantikan.
JAKARTA, 16 Agustus 2026 — Keluarga Urueng Pidie (KUPI) resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Pelantikan dan pengambilan sumpah jajaran Pengurus Pusat KUPI berlangsung khidmat di Gedung Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat asal Pidie yang berada di perantauan untuk memperkuat tali silaturahmi, solidaritas, serta membangun kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat dan daerah.
Sejumlah tokoh masyarakat Aceh di perantauan, perwakilan diaspora Pidie, serta tamu undangan turut menghadiri prosesi pelantikan. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Urueng Pidie di Jabodetabek dan sekitarnya.
Kepengurusan KUPI 2026–2030
Dalam kepengurusan periode 2026–2030, Dr. H. Asfifuddin, S.H., M.H. dipercaya sebagai Ketua Umum KUPI.
Adapun jajaran inti Pengurus Pusat KUPI terdiri atas:
* Ketua Umum: Dr. H. Asfifuddin, S.H., M.H.
* Wakil Ketua I: H. Jose Rizal, B.B.A., M.B.A.
* Wakil Ketua II: H. Ramatullah, S.I.P., S.M., M.H.
* Wakil Ketua III: H. Dahlan Tiro, S.T., M.M.
* Sekretaris Umum: Nurlina Nazarlina, S.Kom., M.M.
* Bendahara: H. Syukri Ali
* Ketua Majelis Mufakat: H. Muallim Suib Unoe, S.H., M.H.
* Penasehat: Dr. Ir. H. Ridwan Nyakbaik, M.M.
Kepengurusan tersebut diperkuat dengan jajaran bidang lainnya yang akan menjalankan program organisasi selama periode 2026–2030.
Ketua Umum KUPI Dr. H. Asfifuddin, S.H., M.H., dalam sambutannya seusai pelantikan mengajak seluruh masyarakat Urueng Pidie di perantauan untuk menjaga persatuan dan kebersamaan.
Menurutnya, keberadaan KUPI harus mampu menjadi ruang bersama bagi masyarakat Pidie untuk saling mendukung, membangun jejaring, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
*”Kehadiran KUPI di perantauan bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga rumah bersama untuk saling mendukung, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, dan membawa nama baik Aceh di kancah nasional,”* ujar Asfifuddin.
Ia berharap kepengurusan baru dapat semakin aktif menjalankan berbagai program sosial, memperkuat jejaring antarkader dan masyarakat, serta menghadirkan kontribusi positif bagi Aceh, khususnya Kabupaten Pidie.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan diaspora Pidie di perantauan tidak hanya sebagai komunitas yang menjaga ikatan kekeluargaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.
Rangkaian pelantikan kemudian ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta penampilan seni dan budaya tradisional Aceh. Suasana tersebut semakin mempererat keakraban antara pengurus baru, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan.
Sekretariat Pengurus Pusat Keluarga Urueng Pidie (KUPI)
Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA)
Jl. Cikini Raya No. 84, Menteng, Jakarta Pusat

