- ACEH TAMIANG | Kabartujuh.com – Prajurit TNI Angkatan Darat dari jajaran Kodam Iskandar Muda bersama relawan VRI, komunitas pecinta alam, dan masyarakat setempat terus mempercepat pembangunan jembatan gantung penghubung Desa Lubuk Sidup dengan Desa Aras Sembilan, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (19/1/2025).
- Jembatan gantung sepanjang sekitar 120 meter dan lebar 1,2 meter tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang putus akibat diterjang banjir bandang.
- Selain sebagai sarana mobilitas masyarakat, jembatan gantung ini juga menjadi akses vital bagi distribusi logistik serta material pembangunan ke desa-desa terdampak banjir.
ACEH TAMIANG | Kabartujuh.com – Prajurit TNI Angkatan Darat dari jajaran Kodam Iskandar Muda bersama relawan VRI, komunitas pecinta alam, dan masyarakat setempat terus mempercepat pembangunan jembatan gantung penghubung Desa Lubuk Sidup dengan Desa Aras Sembilan, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (19/1/2025).

Jembatan gantung sepanjang sekitar 120 meter dan lebar 1,2 meter tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang putus akibat diterjang banjir bandang. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana alam yang sempat melumpuhkan akses transportasi dan aktivitas warga.
Selain sebagai sarana mobilitas masyarakat, jembatan gantung ini juga menjadi akses vital bagi distribusi logistik serta material pembangunan ke desa-desa terdampak banjir.
Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana.
“Jembatan ini sangat penting untuk memulihkan konektivitas antar desa. Kami terus mempercepat pengerjaan agar segera bisa digunakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dandim, hingga saat ini progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 49,23 persen dan akan terus dikebut hingga selesai.
Sementara itu, Datok Penghulu Desa Lubuk Sidup, Ibrahim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI atas pembangunan kembali akses penghubung antar desa yang sempat terputus.
“Kami berharap jembatan ini segera rampung sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan perekonomian warga bisa pulih,” katanya.

