- KINSHASA – Wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo terus menunjukkan peningkatan.
- Berdasarkan pembaruan dari otoritas kesehatan setempat, sebanyak 734 pasien masih menjalani karantina atau perawatan, sementara 469 pasien lainnya telah dinyatakan sembuh sejak wabah mulai terjadi.
- Penyebaran wabah juga meluas ke zona kesehatan baru, yakni Adja di Provinsi Ituri.
KINSHASA – Wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo terus menunjukkan peningkatan. Hingga 19 Juli, jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 2.423 orang, dengan total korban meninggal dunia sebanyak 967 orang.
Berdasarkan pembaruan dari otoritas kesehatan setempat, sebanyak 734 pasien masih menjalani karantina atau perawatan, sementara 469 pasien lainnya telah dinyatakan sembuh sejak wabah mulai terjadi.
Penyebaran wabah juga meluas ke zona kesehatan baru, yakni Adja di Provinsi Ituri. Dengan penambahan tersebut, kini terdapat 47 zona kesehatan terdampak yang tersebar di lima provinsi, dengan 46 di antaranya masih mengalami penularan aktif.
Wabah yang disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo ini pertama kali diumumkan pada 15 Mei. Otoritas kesehatan menyebut mobilitas penduduk, kondisi keamanan yang tidak stabil, aktivitas pertambangan skala kecil, serta lalu lintas lintas batas dengan Uganda dan Sudan Selatan menjadi faktor yang mempercepat penyebaran penyakit.
Selain masyarakat umum, wabah ini juga berdampak pada tenaga kesehatan. Hingga 19 Juli, tercatat 121 tenaga kesehatan di Provinsi Ituri telah terinfeksi Ebola, dengan 36 di antaranya meninggal dunia.
Sebagai langkah pengendalian, pemerintah RD Kongo bersama Uganda melakukan penilaian teknis gabungan terhadap laboratorium keliling di Kasenyi, wilayah yang berada di dekat perbatasan kedua negara. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem pengawasan dan deteksi dini penularan lintas batas.
Sumber: ANTARA

