- BIREUEN — Pendidikan di SMP Negeri 2 Bireuen tidak hanya berlangsung di ruang kelas.
- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr.
- “Harapan kami masyarakat dapat mendukung ide-ide untuk kemajuan pendidikan dan menjadi model sekolah negeri yang memiliki Boarding School,” ujar Dr.
KABAR TUJUH | Mega — Melaporkan dari Bireuen
BIREUEN — Pendidikan di SMP Negeri 2 Bireuen tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui program Boarding School yang telah berjalan di kawasan Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, peserta didik mendapatkan pembelajaran umum sekaligus pembinaan keagamaan dalam lingkungan berasrama. Kegiatan pembinaan turut dihadiri para wali santri serta para ustad pembimbing. Hingga saat ini, tercatat sudah 40 santri yang mengikuti program pendidikan berasrama tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslem, M.Si., menyambut baik sekaligus berharap program tersebut mendapat dukungan masyarakat dan terus dikembangkan sebagai salah satu model pendidikan di daerah.
“Harapan kami masyarakat dapat mendukung ide-ide untuk kemajuan pendidikan dan menjadi model sekolah negeri yang memiliki Boarding School,” ujar Dr. Muslem.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan model pendidikan terpadu, dengan memadukan kurikulum sekolah umum dan pendidikan dayah.
Kepala SMP Negeri 2 Bireuen, Ibrahim, mengatakan program Boarding School memiliki sejumlah pembelajaran unggulan, mulai dari Tahfiz Al-Qur’an, pendidikan dayah, Bahasa Arab hingga Bahasa Inggris.
“Boarding School di SMPN 2 Bireuen memiliki keunggulan, yaitu program belajar Tahfiz Al-Qur’an, pendidikan dayah, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris,” kata Ibrahim, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, sistem berasrama memberikan ruang bagi peserta didik untuk memperoleh pembinaan yang lebih luas di luar pembelajaran umum.
Pada siang hari siswa mengikuti pendidikan sekolah sebagaimana umumnya, sementara pada malam hari mereka mendapatkan pembinaan keagamaan, termasuk mengaji kitab dan penguatan kemampuan membaca serta menghafal Al-Qur’an.
“Anak-anak nanti waktu malam hari mereka mengaji kitab sebagaimana ada di pesantren. Kita juga bisa mengembangkan kemampuan anak menghafal Al-Qur’an,” jelasnya.
Bukan Sekadar Pendidikan Akademik
Ibrahim menjelaskan, kehadiran Boarding School diarahkan untuk memperluas pelayanan pendidikan yang selama ini lebih banyak berorientasi pada pendidikan umum.
Melalui program tersebut, pendidikan agama dan pendidikan dayah ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
Siswa tidak hanya ditargetkan memiliki kemampuan akademik, tetapi juga diharapkan mampu membaca Al-Qur’an, menghafalnya, serta mengenal kitab kuning sebagai bagian dari penguatan pengetahuan keagamaan.
“Minimal anak didik bisa membaca kitab kuning, sehingga bisa memahami ilmu-ilmu yang ada dalam kitab,” ujarnya.
Ia menilai perpaduan pendidikan umum dan dayah menjadi kekuatan utama program Boarding School.
“Intinya, bagaimana bisa mengintegrasikan pendidikan umum dan pendidikan dayah,” katanya.
Konsep tersebut diharapkan melahirkan peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter, akhlak, dan pemahaman agama yang kuat.
“Selain mampu secara intelektualitas dengan pelajaran umum, juga diharapkan menjadi orang-orang yang saleh, memiliki karakter, akhlak, dan ilmu agama yang mumpuni, seperti kualitas lulusan pesantren,” harap Ibrahim.
Didukung Fasilitas Pendidikan dan Asrama
Untuk menunjang proses pendidikan, SMPN 2 Bireuen telah memiliki berbagai fasilitas pembelajaran dan pendukung kegiatan siswa.
Di antaranya perpustakaan umum dan PAI, ruang belajar dengan akses internet, laboratorium IPA, laboratorium komputer dan PAI, serta fasilitas olahraga berupa lapangan basket, voli, futsal dan bulu tangkis.
Fasilitas lainnya meliputi UKS, ruang terbuka hijau, CCTV, ruang serbaguna, dapur dan kantin, asrama ber-AC serta mushala.
Dari sisi tenaga pengajar, pembelajaran umum sebagian besar didukung guru yang telah mengajar di SMPN 2 Bireuen. Para guru yang akan menangani kelas Boarding School juga disesuaikan dengan kebutuhan program.
Jika diperlukan, tenaga pendidik dari luar sekolah dapat dilibatkan, termasuk guru Al-Qur’an, Tahfiz dan pendidikan dayah.
Dengan sistem pendidikan berasrama tersebut, SMPN 2 Bireuen diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.
Fakta di Balik Berita:
• Boarding School SMPN 2 Bireuen menggabungkan pendidikan umum dengan pendidikan dayah dalam satu lingkungan berasrama.
• Hingga saat ini tercatat sudah 40 santri yang mengikuti program tersebut.
• Kepala Dinas Pendidikan Dr. Muslem, M.Si. berharap model ini menjadi contoh sekolah negeri berasrama di Bireuen.
• Program unggulan meliputi Tahfiz Al-Qur’an, pendidikan dayah, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
• Siswa belajar kurikulum nasional pada siang hari, dibina keagamaan pada malam hari.
• Kegiatan pembinaan turut dihadiri para wali santri serta para ustad pembimbing.
• Dilengkapi fasilitas lengkap termasuk asrama ber-AC, laboratorium, perpustakaan dan sarana olahraga.
KABAR TUJUH — Fakta, Berimbang, Terpercaya
MEGA | Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran

