- Dairi, Sumatera Utara - Seorang Anggota DPRD Dairi,NM yang minta profil disimpan sendiri mengatakan merasa meragu atas penggunaan Dana Program ketahanan pangan ( Ketapang) karena Dia ada merasa tidak sesuai ketentuan.Senin (21/09/2026).
- Merasa ada meragu tersebut saat sejumlah anggota DPRD Dairi menyusun pemandangan umum fraksi terhadap nota pengantar Bupati Dairi atas rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD tahun anggaran 2026 pada Senin 21 September 2026.
- Alasan anggota DPRD Dairi,NM tersebut meragu terkait pelaksanaan program Ketapang yang bersumber dari Dana Desa di seluruh desa di kabupaten Dairi.
Dairi, Sumatera Utara – Seorang Anggota DPRD Dairi,NM yang minta profil disimpan sendiri mengatakan merasa meragu atas penggunaan Dana Program ketahanan pangan ( Ketapang) karena Dia ada merasa tidak sesuai ketentuan.Senin (21/09/2026).
Merasa ada meragu tersebut saat sejumlah anggota DPRD Dairi menyusun pemandangan umum fraksi terhadap nota pengantar Bupati Dairi atas rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD tahun anggaran 2026 pada Senin 21 September 2026.
Alasan anggota DPRD Dairi,NM tersebut meragu terkait pelaksanaan program Ketapang yang bersumber dari Dana Desa di seluruh desa di kabupaten Dairi.
” Setelah kami melihat bdata,oagy, realisasi sisa dana dan yang disetorkan kembali.Selain itu ada desa hingga kini belum melaporkan pelaksanaan Ketapang 2025.Hal inilah mengundang rasa Curiga yang mengarah ke indikasi diduga korupsi ,” terang Anggota DPRD tersebut.
Setelah melihat data dan keterangan yang ada bahwa setiap desa kebanyakan mengalami kerugian sehingga aparat penegak hukum terkait diharapkan supaya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu kepala dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten Dairi,Simon T Malau mengatakan bahwa pihaknya akan segera menindak lanjuti dan melakukan pengecekan datanya di kantor.
” Ini masih di gedung DPRD Dairi, nanti saya akan cek dulu datanya di kantor,” terang Simon T Malau pada Senin,(21)09/2026).
Dana Desa ini mencuat dan menjadi sorotan masyarakat Dairi sehingga menjadi atensi serius awak media karena sebelumnya ada informasi terkait pengelolaan Dana Ketahanan Pangan di kabupaten Dairi diduga rawan penyelewengan sebab hampir semua desa nengaku merugi.
Eko

