- BIREUEN — Pergantian kepemimpinan Pengadilan Negeri (PN) Bireuen resmi berlangsung.
- Pergantian ini merupakan bagian dari penyegaran jabatan pimpinan pengadilan di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Banda Aceh.
- Rangkaian acara pisah sambut di Pendopo Bupati diawali dengan prosesi adat Peusijuek — simbol doa restu dan kebersamaan khas masyarakat Aceh — di Ruang Adat Pendopo Bupati Bireuen.
KABAR TUJUH — Mega Melaporkan, Bireuen
BIREUEN — Pergantian kepemimpinan Pengadilan Negeri (PN) Bireuen resmi berlangsung. Jabatan Ketua PN Bireuen kini diemban Zulfikar Siregar, S.H., M.H., menggantikan Raden Eka Pramanca Cahyo Nugroho, S.H., M.H. Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar acara pisah sambut di Pendopo Bupati Bireuen, Rabu malam (26/8/2026), sebagai bentuk dukungan dan penghormatan terhadap rotasi pimpinan lembaga peradilan tersebut.
Pergantian ini merupakan bagian dari penyegaran jabatan pimpinan pengadilan di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Banda Aceh. Sebelumnya pada Rabu pagi, Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh telah memimpin langsung pengambilan sumpah, pelantikan, dan serah terima jabatan empat Ketua Pengadilan Negeri, termasuk PN Bireuen.
Rangkaian acara pisah sambut di Pendopo Bupati diawali dengan prosesi adat Peusijuek — simbol doa restu dan kebersamaan khas masyarakat Aceh — di Ruang Adat Pendopo Bupati Bireuen. Kegiatan dilanjutkan dengan makan malam bersama, penyerahan cinderamata, hingga ramah tamah yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Acara dihadiri Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T., Wakil Bupati Razuardi beserta istri, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, para Asisten Setdakab, kepala SKPK, pimpinan instansi vertikal, sektor perbankan, alim ulama, rektor perguruan tinggi swasta, hingga tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Raden Eka Pramanca Cahyo Nugroho menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, Forkopimda, dan seluruh masyarakat atas dukungan selama 2 tahun 8 bulan bertugas sejak Desember 2023.
“Selama bertugas di Bireuen saya diterima dengan baik. Banyak pengalaman dan kesan berharga yang saya dapatkan selama berada di sini,” ujarnya dengan nada haru. Raden Eka kini mengemban amanah baru sebagai Ketua PN Lubuk Pakam Kelas IA.
Sementara itu, Ketua PN Bireuen yang baru, Zulfikar Siregar, mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat dan prosesi Peusijuek yang dinilai mencerminkan kearifan lokal Aceh. Ia berkomitmen melanjutkan sinergi yang telah terbangun antara PN Bireuen dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
“Semoga saya dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan melanjutkan hubungan serta sinergi yang sudah terbangun,” tegasnya. Zulfikar berjanji menghadirkan pelayanan peradilan yang berkeadilan, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi dan dedikasi Raden Eka selama memimpin PN Bireuen. Kepada Zulfikar Siregar, Bupati mengucapkan selamat datang dan berharap sinergi antarlembaga semakin kokoh.
“Kami meyakini dengan pengalaman dan integritas Bapak, PN Bireuen akan terus memberikan pelayanan hukum yang adil, transparan, dan akuntabel,” ujar Bupati Mukhlis.
Pergantian kepemimpinan ini bertepatan dengan momen bersejarah — terhitung sejak 30 Juli 2026, PN Bireuen resmi naik kelas dari Kelas II menjadi Kelas IB. Peningkatan status tersebut diharapkan memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat Kabupaten Bireuen.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan suvenir kenang-kenangan kepada Raden Eka Pramanca Cahyo Nugroho sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya selama memimpin PN Bireuen.
KABAR TUJUH — Berita Akurat, Berimbang, Terpercaya
MEGA | Jurnalisme Berintegritas, Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran


