BIREUEN — Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar prosesi adat peusijuek (tepung tawar) bagi 360 calon jamaah haji (CJH) tahun 1447 H/2026 M di Masjid Agung Sulthan Jeumpa Bireuen, Senin (27/4/2026). Kegiatan berlangsung khidmat, sarat doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan kelancaran serta keselamatan dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Dari 360 jamaah tersebut, terbagi menjadi dua kloter keberangkatan, yaitu Kloter 5 sebanyak 148 orang dan Kloter 8 sebanyak 212 orang yang merupakan gabungan wilayah BTJ Aceh.
Kegiatan tersebut diikuti oleh calon jamaah haji dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Bireuen, serta turut dihadiri oleh Bupati Bireuen Mukhlis, Ketua DPRK Bireuen, unsur Forkopimda, Ketua MPU, Ketua TP PKK, Ketua BKMT, Sekretaris Daerah, para kepala SKPK, Kepala Kantor Kementerian Agama, para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga jamaah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Mukhlis menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang harus disyukuri dengan persiapan yang matang. Ia mengingatkan para calon jamaah agar benar-benar menjaga niat, memperkuat kesabaran, serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum keberangkatan.
“Kesempatan berhaji tidak datang kepada semua orang. Maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, luruskan niat, dan jaga kekompakan selama di Tanah Suci,” pesan Bupati.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh calon jamaah haji Bireuen telah mengikuti rangkaian manasik sebagai bekal penting dalam memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji. Menurutnya, kesiapan ini harus diiringi dengan kedisiplinan serta kepatuhan terhadap arahan petugas selama menjalankan ibadah.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan. Ia mengimbau jamaah untuk mengatur pola istirahat, menjaga asupan makanan, serta rutin mengonsumsi obat bagi yang memiliki riwayat penyakit.
“Ibadah haji memerlukan fisik yang kuat. Jangan abaikan kesehatan, karena rangkaian ibadah di sana cukup padat dan membutuhkan stamina yang prima,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa prosesi peusijuek yang dilaksanakan merupakan bagian dari tradisi Aceh yang sarat makna. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, peusijuek juga menjadi simbol doa dan harapan agar para jamaah senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Prosesi berlangsung dengan penuh kekhusyukan, diiringi doa-doa yang dipanjatkan bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausyiah agama yang memberikan penguatan spiritual kepada para jamaah agar tetap menjaga keikhlasan dan kesabaran dalam beribadah.
Melalui momentum ini, Bupati berharap seluruh calon jamaah haji se-Kabupaten Bireuen dapat menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, serta kembali sebagai haji yang mabrur, sekaligus membawa keberkahan bagi keluarga dan daerah.(Mega)

