BIREUEN – Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) Gampong Cot Bada Tunong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, berlangsung aman, tertib, dan lancar pada Senin (15/6/2026). Ratusan warga tampak antusias menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin gampong periode 2026–2032.
Pemungutan suara yang digelar di halaman masjid gampong tersebut mempertemukan dua kandidat, yakni Musliyadi nomor urut 1 dan Muyu Suhendri nomor urut 2.
Pelaksanaan pemilihan turut dihadiri Camat Peusangan Alfian, Kapolsek Peusangan AKP Abdullah, S.Sos., Danramil Peusangan Kapten Kav Imron Suryadani, Sekcam Peusangan Rahmat, Ketua Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) T. Muhammad Yarzi, para perangkat gampong, kedua calon keuchik, serta masyarakat setempat.
Ketua P2K, T. Muhammad Yarzi, mengatakan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilihan tersebut mencapai 652 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 482 pemilih hadir menggunakan hak pilihnya, sementara empat suara dinyatakan tidak sah.
Proses pemungutan suara berlangsung sejak pagi hingga siang hari dalam suasana kondusif. Setelah pemungutan ditutup, kotak suara dibuka tepat pukul 14.00 WIB dan dilanjutkan dengan penghitungan suara secara terbuka yang disaksikan panitia, aparat keamanan, perangkat gampong, saksi calon, serta masyarakat.
Pelaksanaan Pilchiksung ini menjadi bagian dari proses demokrasi di tingkat gampong yang memberi ruang kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin desa secara langsung, jujur, dan transparan.
Masyarakat dan para unsur yang hadir berharap keuchik terpilih nantinya mampu mengemban amanah dengan baik, memperkuat pembangunan gampong, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama masa jabatan 2026–2032.
Ucapan selamat juga disampaikan kepada keuchik terpilih, dengan harapan dapat merangkul seluruh elemen masyarakat dan membawa Gampong Cot Bada Tunong menuju kemajuan yang lebih baik.
Setelah penetapan keuchik terpilih selesai dilakukan, seluruh tamu undangan yang hadir melakukan sesi foto bersama sebagai tanda persatuan dan keberhasilan pelaksanaan demokrasi di gampong tersebut.
Mega

