BIREUEN — Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, digelar kegiatan orientasi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk tenaga kesehatan remaja. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026 bertempat di Hotel Bireuen Jaya, dan akan dilaksanakan selama 3 hari ke depan. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr. Irwan, M.Kes., serta menghadirkan Elly Safitri, S.SiT., M.T.M sebagai narasumber utama.
Acara ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran posyandu sebagai fasilitas pelayanan kesehatan terdekat bagi masyarakat.
Dalam wawancara bersama Kabar Tujuh di lokasi acara, Elly Safitri, S.SiT., M.T.M menyampaikan bahwa ke depan, posyandu tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan dasar, tetapi juga akan dikembangkan menjadi posyandu dengan pendekatan baru yang mencakup enam bidang layanan. Meski saat ini fokus utama masih pada sektor kesehatan, ke depan diharapkan lima bidang lainnya turut berperan aktif dalam mendukung pelayanan terpadu di tingkat masyarakat.
“Posyandu merupakan akses paling dekat bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Dengan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, diharapkan masyarakat bisa lebih cepat mengetahui kondisi kesehatannya, terutama penyakit yang masih bisa ditangani lebih dini,” ujar Elly.
Kegiatan ini turut melibatkan seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Bireuen, berjumlah 20 puskesmas, dengan masing-masing mengirimkan perwakilan tenaga kesehatan. Orientasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ke depan, dengan pembagian dua kelas guna memaksimalkan efektivitas penyampaian materi.
Adapun ke-20 puskesmas tersebut tersebar di berbagai kecamatan, di antaranya: Puskesmas Samalanga, Simpang Mamplam, Pandrah, Jeunieb, Peulimbang, Peudada, Juli, Juli 2, Jeumpa, Kota Juang, Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Kuta Blang, Makmur, Birem Bayeun, dan sejumlah unit pelayanan lainnya yang tersebar hingga ke wilayah pelosok kabupaten.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan penanggung jawab program dari dinas kesehatan yang dipimpin langsung oleh dr. Irwan, M.Kes. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memberikan masukan serta evaluasi terhadap berbagai kendala yang selama ini terjadi di lapangan.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian di antaranya adalah lamanya waktu pelayanan di posyandu yang kerap membuat masyarakat harus menunggu hingga setengah hari. Hal ini dinilai menjadi salah satu penyebab rendahnya minat masyarakat untuk datang ke posyandu.
Ke depan, melalui peningkatan kapasitas ini, diharapkan pelayanan posyandu menjadi lebih cepat, efektif, dan nyaman. Masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga pelayanan kesehatan yang optimal.
Selain itu, meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi di tengah masyarakat juga menjadi perhatian serius. Dengan penguatan peran posyandu, masyarakat diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta mendapatkan penyuluhan yang tepat.
“Dengan adanya peningkatan kapasitas ini, kita berharap tidak ada lagi penumpukan antrean dan masyarakat bisa mendapatkan layanan dengan lebih baik dan efisien,” tambah Elly Safitri, S.SiT., M.T.M dalam wawancara bersama Kabar Tujuh.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.(Mega)
📲 Share ke WhatsApp
