- Petinju kelas bulu putri asal Amerika Serikat, Hannah Rapp, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bersepeda di Brazos County, Texas, pada Sabtu (18/7) waktu setempat.
- Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh World Boxing Council (WBC) melalui Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, yang menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian petinju berusia 26 tahun itu.
- Dia adalah petinju yang luar biasa, tetapi yang terpenting, anggota keluarga tinju kami yang tak ternilai harganya," ujar Sulaiman dalam pernyataan resmi WBC, Minggu (19/7).
JAKARTA – Dunia tinju internasional berduka. Petinju kelas bulu putri asal Amerika Serikat, Hannah Rapp, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bersepeda di Brazos County, Texas, pada Sabtu (18/7) waktu setempat.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh World Boxing Council (WBC) melalui Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, yang menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian petinju berusia 26 tahun itu.
“Kehilangan Hannah Rapp membuat kami sangat sedih. Dia adalah petinju yang luar biasa, tetapi yang terpenting, anggota keluarga tinju kami yang tak ternilai harganya,” ujar Sulaiman dalam pernyataan resmi WBC, Minggu (19/7).
Menurut informasi yang disampaikan WBC, kecelakaan terjadi ketika Hannah tengah mengendarai sepeda dan terlibat insiden dengan sebuah kendaraan yang dikemudikan oleh Charles Medina.
Kepergian Hannah terjadi hanya sekitar satu bulan setelah ia tampil dalam perebutan gelar juara dunia kelas bulu putri WBC melawan Tiara Brown di Florida, Amerika Serikat, pada 13 Juni lalu. Dalam pertarungan tersebut, Hannah harus mengakui keunggulan Brown melalui kemenangan angka mutlak.
Sepanjang karier profesionalnya, Hannah dikenal sebagai petinju muda yang memiliki semangat tinggi dan dedikasi besar terhadap olahraga tinju. Di luar ring, ia juga tetap bekerja penuh waktu sembari mengejar impian menjadi juara dunia.
Sulaiman menilai Hannah bukan hanya petinju berbakat, tetapi juga sosok inspiratif yang memberikan pengaruh positif bagi keluarga besar WBC dan Federasi Tinju Amerika Utara (NABF).
“Semangatnya untuk olahraga dan keteguhan hatinya akan selalu dikenang sebagai contoh keunggulan dan kemuliaan,” kata Sulaiman.
WBC turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, tim, sahabat, serta seluruh pihak yang mengenal dan mendukung perjalanan karier Hannah. Organisasi tersebut juga mengajak komunitas tinju dunia untuk mendoakan mendiang.
Sebelum memperoleh kesempatan bertarung memperebutkan gelar dunia, Hannah Rapp mencatatkan rekor impresif dengan delapan kemenangan, tanpa kekalahan, dan satu hasil imbang. Sejumlah kemenangan diraihnya melalui knockout, yang membuat namanya semakin diperhitungkan di kelas bulu putri hingga akhirnya mendapat kesempatan menantang juara dunia WBC, Tiara Brown.

