- BIREUEN, 13 April 2026 – Wakil Bupati Bireuen, Razuardi, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muslim, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.
- Kegiatan ini diselenggarakan oleh Disaster Management Center Dompet Dhuafa sebagai bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi potensi bencana.
- Tahap pertama berlangsung pada 13–15 April 2026 yang diikuti guru Sekolah Dasar (SD) dari 10 sekolah.
BIREUEN, 13 April 2026 – Wakil Bupati Bireuen, Razuardi, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muslim, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Disaster Management Center Dompet Dhuafa sebagai bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi potensi bencana.
Bimtek dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 13–15 April 2026 yang diikuti guru Sekolah Dasar (SD) dari 10 sekolah. Setiap sekolah mengirimkan lima orang perwakilan, sehingga total peserta sekitar 50 guru.
Selanjutnya, tahap kedua akan digelar pada 16–18 April 2026 dengan melibatkan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 10 sekolah di Kabupaten Bireuen.
Berdasarkan Surat Perintah Tugas yang diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, peserta berasal dari berbagai satuan pendidikan di sejumlah kecamatan. Mereka ditugaskan secara resmi untuk mengikuti pelatihan sebagai bagian dari penguatan kapasitas sekolah dalam mitigasi bencana.
Dalam sambutannya, Razuardi menekankan pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus memiliki sistem yang terencana dalam menghadapi situasi darurat.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus menjadi tempat yang aman bagi siswa dan tenaga pendidik, terutama dalam menghadapi risiko bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Muslim menyampaikan dukungan penuh terhadap program SPAB sebagai langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.
Kabag Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, Achmad Lukman, menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan satuan pendidikan terhadap berbagai potensi bencana di lingkungan sekolah.
“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 20 sekolah di Kabupaten Bireuen. Setelah mengikuti pelatihan, para guru juga akan diberikan sertifikat,” ujar Achmad Lukman.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah masing-masing. Selain itu, harapannya peningkatan kapasitas guru dalam memahami mitigasi bencana bisa diikuti dengan terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, seperti penataan sarana prasarana sekolah, jalur evakuasi yang jelas, serta penentuan titik kumpul apabila terjadi keadaan darurat.
Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga dilatih menyusun rencana evakuasi serta mengikuti simulasi penanganan darurat. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan sekolah dalam melindungi seluruh warga sekolah secara optimal.
Pelaksanaan Bimtek SPAB ini menjadi salah satu upaya konkret Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama mitra dalam memperkuat ketahanan sektor pendidikan terhadap potensi bencana, sekaligus membangun lingkungan belajar yang lebih aman dan tangguh.
(Mega)

