- ACEH UTARA — Di tengah gencarnya pembangunan dan berbagai program bantuan sosial yang terus digaungkan pemerintah, potret pilu kehidupan masyarakat kecil masih nyata terlihat di pelosok daerah.
- Rumah yang ditempati nenek tersebut tampak sangat memprihatinkan.
- Lebih menyayat hati, di usia yang sudah senja, perempuan itu masih harus berjalan kaki masuk ke kebun setiap hari demi mencari nafkah.
ACEH UTARA — Di tengah gencarnya pembangunan dan berbagai program bantuan sosial yang terus digaungkan pemerintah, potret pilu kehidupan masyarakat kecil masih nyata terlihat di pelosok daerah. Seorang janda lansia warga Gampong Beuringen, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini harus bertahan hidup di rumah reyot yang nyaris roboh dan jauh dari kata layak huni. (Minggu, 10 Mei 2026)
Rumah yang ditempati nenek tersebut tampak sangat memprihatinkan. Dindingnya hanya terbuat dari anyaman bambu dan papan kayu tua yang sudah lapuk dimakan usia. Di beberapa bagian terlihat bolong dan struktur bangunannya hampir ambruk. Atap rumah pun rusak parah dan banyak yang bocor, membuat penghuni harus selalu waswas setiap kali hujan deras maupun angin kencang datang menerpa.
Lebih menyayat hati, di usia yang sudah senja, perempuan itu masih harus berjalan kaki masuk ke kebun setiap hari demi mencari nafkah. Ia bekerja mengutip brondolan sawit yang jatuh di tanah. Penghasilan yang didapat tidak seberapa dan jumlahnya pun tidak menentu, namun itulah satu-satunya cara yang ia miliki untuk menyambung hidup bersama keluarganya.
Kondisi ekonomi keluarga yang sangat sulit membuat rumah tersebut tak pernah mampu diperbaiki. Hari demi hari mereka jalani dalam keterbatasan, terpaksa tinggal di bangunan rapuh yang sewaktu-waktu dikhawatirkan dapat runtuh dan membahayakan keselamatan nyawa penghuninya.
Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan itu, Zubir Almas mengaku sangat tergugah dan berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah, dinas terkait, hingga para dermawan dan pihak berhati mulia untuk segera turun tangan memberikan bantuan.
“Ini benar-benar menyentuh hati. Di usia lanjut beliau masih harus bekerja keras mencari brondolan sawit sekadar untuk bisa makan, sementara rumah yang ditempati sudah nyaris roboh dan sama sekali tidak layak dihuni. Semoga ada perhatian nyata dari pemerintah dan orang-orang baik di luar sana agar beliau bisa hidup lebih tenang dan layak di sisa usianya,” ujar Zubir Almas.
Warga sekitar pun turut prihatin dan berharap kondisi nenek tersebut tidak hanya menjadi tontonan atau sekadar mengundang rasa iba semata, tetapi benar-benar mendapat solusi dan pertolongan nyata. Mereka berharap pemerintah segera hadir memberikan bantuan rumah layak huni serta perhatian khusus bagi warga miskin yang selama ini masih hidup dalam keterbatasan.
Potret pilu ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak, bahwa di balik kemegahan pembangunan yang terus berjalan, masih ada rakyat kecil yang hidup serba kekurangan dan setiap hari menanti uluran tangan kemanusiaan dari sesama.(Mega)

