- Jakarta — TNI terus memperkuat penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Dari 29 unit alutsista yang disiapkan, sebanyak 9 unit telah dikerahkan ke wilayah terdampak, sementara 20 unit lainnya masih dalam status siaga untuk mendukung kebutuhan operasi kemanusiaan.
- Selain pengerahan personel dan alutsista, TNI juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Jakarta — TNI terus memperkuat penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari ketiga penanganan, Senin (17/8/2026), TNI telah mengerahkan 1.201 personel dan 29 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung proses evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan masyarakat terdampak.
Informasi tersebut disampaikan Pusat Penerangan TNI. Dari 29 unit alutsista yang disiapkan, sebanyak 9 unit telah dikerahkan ke wilayah terdampak, sementara 20 unit lainnya masih dalam status siaga untuk mendukung kebutuhan operasi kemanusiaan.
Selain pengerahan personel dan alutsista, TNI juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Hingga hari ketiga, tercatat sebanyak 122,232 ton bantuan telah dikirimkan. Dari jumlah tersebut, terdapat tambahan 61,347 ton bantuan, yang sebagian di antaranya berasal dari Kementerian Pertahanan.
Pengerahan personel, alutsista, dan bantuan dilakukan untuk mempercepat proses penanganan bencana sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.
Dalam pelaksanaannya, TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Basarnas, serta berbagai instansi terkait di wilayah terdampak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat dalam menghadapi situasi bencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama proses penanganan berlangsung.
Kabar Tujuh mencatat, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan seluruh unsur terkait menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat NTT pascagempa.

