- Para siswa SMP Negri 2 Langsa melakukan pemilihan ketua osis melalui jalur demokrasi jelang pemilu 2024 dimana ketua osis yang terdahulu telah habis masa waktunya alias demisioner untuk itu kepala sekolah SMPN 2 langsa Drs.
- Kepala sekolah SMPN 2 juga mengatakan pelaksanaan pemilihan ketua osis berbasis demokrasi dengan mencontoh pemilu karena para siswa harus tau bagaimana cara untuk memilih seorang ketua osis berdasarkan cara cara demokrasi sebagaimana yang di contoh kan dalam pemilihan umum ,untuk itu para siswa harus mengikuti beberapa syarat di antaranya: mengaji, dan juga menyampaikan visi misi jika dirinya terpilih menjadi ketua...
- Perihal tersebut di katakan abdul mutalib itu sesuai dengan kurikulum sekolah sekaligus mencontohkan para pelajar untuk mengetahui tata cara pelaksanaan pemilu sehingga mereka tahu bagaimana proses pemilihan calon ketua berdasarkan demokrasi sehingga kelak mereka dewasa tahu begitulah pelaksanaan pemilu ketika di tanyakan oleh awak media apakah pelaksanaan tersebut tidak menggangu proses belajar mengajar abdul mutalib dengan tegas menjawab itu sudah...
kabartujuh.com.com, Langsa,Aceh-
Para siswa SMP Negri 2 Langsa melakukan pemilihan ketua osis melalui jalur demokrasi jelang pemilu 2024 dimana ketua osis yang terdahulu telah habis masa waktunya alias demisioner untuk itu kepala sekolah SMPN 2 langsa Drs. Abdul Mutalib mengatakan kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya pada hari selasa 31 oktober 2023 saat di konfermasi pihak nya mengatakan bahwa di sekolah tersebut sedang di lakukan kegiatan pemilihan calon ketua osis untuk priode 2023 s/d2024 secara demokrasi
Kepala sekolah SMPN 2 juga mengatakan pelaksanaan pemilihan ketua osis berbasis demokrasi dengan mencontoh pemilu karena para siswa harus tau bagaimana cara untuk memilih seorang ketua osis berdasarkan cara cara demokrasi sebagaimana yang di contoh kan dalam pemilihan umum ,untuk itu para siswa harus mengikuti beberapa syarat di antaranya: mengaji, dan juga menyampaikan visi misi jika dirinya terpilih menjadi ketua osis untuk setiap lokal di pilih 2 balon ketua dimana nantinya akan di lakukan pemilihan kembali untuk mengkerucutkan jumlah balon ketua osis dan jika nantinya setalah mendapatkan figur ketua osis yang di anggap cakap serta memiliki kriteria maka akan di buatkan tong pemilihan suara sehingga para siswa dapat memasukan nama calon ketua sesuai dengan keinginan mereka untuk dapat menjadi pemenang dalam pemilihan ketua osis
Perihal tersebut di katakan abdul mutalib itu sesuai dengan kurikulum sekolah sekaligus mencontohkan para pelajar untuk mengetahui tata cara pelaksanaan pemilu sehingga mereka tahu bagaimana proses pemilihan calon ketua berdasarkan demokrasi sehingga kelak mereka dewasa tahu begitulah pelaksanaan pemilu ketika di tanyakan oleh awak media apakah pelaksanaan tersebut tidak menggangu proses belajar mengajar abdul mutalib dengan tegas menjawab itu sudah ada dalam kurikulumnya (UCI)

