- Tapanuli Tengah - Seorang Pria ,Boy Simamora Sebelumnya Disebutkan Hilang Dan Ditemukan Warga Meninggal Dunia dan disebutkan karena serangan binatang buas namun Keluarga Korban Duga Itu adalah Pembunuhan yai terjadi di lokasi tepatnya di Sungai Saga Matua, kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
- Prihal korban meninggal dugaan akibat pembunuhan tersebut disampaikan oleh keluarga korban melalui kuasa hukumnya, Parlaungan Silalahi., Ketua Lembaga konsultasi Bantuan Hukum ( LKBH) Sumatera .
- Menurut Parlaungan Silalahi bahwa kecurigaan pihak keluarga semakin kuat mengarah kepada dugaan pembunuhan karena telah melihat tanda tanda seperti adanya luka yang diduga akibat tusukan benda tajam di bagian leher korban Boy.
Tapanuli Tengah – Seorang Pria ,Boy Simamora Sebelumnya Disebutkan Hilang Dan Ditemukan Warga Meninggal Dunia dan disebutkan karena serangan binatang buas namun Keluarga Korban Duga Itu adalah Pembunuhan yai terjadi di lokasi tepatnya di Sungai Saga Matua, kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Prihal korban meninggal dugaan akibat pembunuhan tersebut disampaikan oleh keluarga korban melalui kuasa hukumnya, Parlaungan Silalahi., Ketua Lembaga konsultasi Bantuan Hukum ( LKBH) Sumatera . Pada Kamis ,(18/06/2026).
Menurut Parlaungan Silalahi bahwa kecurigaan pihak keluarga semakin kuat mengarah kepada dugaan pembunuhan karena telah melihat tanda tanda seperti adanya luka yang diduga akibat tusukan benda tajam di bagian leher korban Boy.
Kami menyesalkan komentar Pihak Tim Forensik RSUD Pandan yang menyampaikan kepada publik tidak ada menemukan benda tajam terkait meninggal nya Korban Boy Simamora, ” tegas Parlaungan Silalahi.
Pada saat Parlaungan Silalahi mendatangi Polsek Manduamas dan diterima oleh Kanit Reskrim Polsek Manduamas,IPDA Francyus Sinaga di Aula Polsek Manduamas .
Sebagai Kuasa hukum Parlaungan menanyakan perkembangan perkara yang sedang berlangsung dan menurut nya ada beberapa poin jawaban pihak kepolisian:
1. Unit Reskrim Polsek Manduamas telah memeriksa sembilan orang yakni, Satpam, Penjaga Tanaman dan petugas piket pos Satpam yang berada di lokasi pada saat kejadian di kawasan Perkebunan PT.Nauli Sawit ,Kebun Sirandorung.
2.Saat autopsi korban, pihak keluarga tidak di perbolehkan masuk dengan alasan jenazah sudah busuk dan bau sangat menyengat.
3.Tim Forensik RSUD Pandan mengatakan bahwa pihak Polsek menyampaikan bahwa pernyataan tersebut bukan kewenangan Polsek untuk menjelaskan.
4.Polsek Manduamas telah mengirimkan Tujuh Sampel Labfor Medan yakni ,Sampel otot lengan kanan, Sampel Paru paru kiri, Sampel Paru paru kanan, Sampel Hati, Sampel Lambung, dan Sampel.jaringan lengan kanan.
” Namun pihak Polsek Manduamas masih belum mendapatkan sebagian hasil pemeriksaan lain karena masih ada Sampel yang dikirim ke bagian Mikrobiologi dan masih menunggu Selama 4-5 hari Kedepan, ” terang Parlaungan Silalahi.
Sementara itu Kapolsek Manduamas, AKP Maruli Tua Simanjorang mengatakan bahwa jasat korban ditemukan pada Kamis,28 Mei 2026 lalu sekira pukul 01.30 WIB setelah dilakukan pencarian intensif oleh pihak kepolisian bersama warga .
Pihak kepolisian pada awalnya menerima laporan dari kepala desa Simpang Maruhur,Master Sigalingging pada Rabu ,27 Mei 2026 lalu terkait ada seorang warga yang belum juga kembali kerumah hingga Sore hari.
Berdasarkan informasi dan keterangan saksi warga mengatakan bahwa korban bersama rekannya sedang memasuki kawasan PT. Nauli Sawit Blok 41 A. Pada Rabu dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.,” jelas Maruli Tua Simanjorang.
Kemudian sekitar pukul 02.00 WIB petugas keamanan Perkebunan melakukan patroli .Saat pemeriksaan terdapat beberapa orang diokasi melarikan diri dengan melompati parit pembatas dan keluar perkebunan.
Dalam patroli tersebut , salah satu rekan korban mendengar suara benda jatuh ke dalam sungai Saga Matua, ” terang Maruli Tua Simanjorang.
Eko

