- Jambi – Di tengah pesatnya arus informasi digital dan meningkatnya tantangan di ruang publik, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Jambi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas informasi, memperkuat literasi digital, serta merawat persatuan bangsa menjelang berbagai momentum penting nasional, termasuk peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
- Ketua Umum DPC PERMAHI Jambi, Roland Pramudiansyah, S.H., menilai derasnya penyebaran hoaks, disinformasi, fitnah, dan narasi kebencian menjadi tantangan serius yang dapat mengganggu kualitas demokrasi serta mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara maupun antarsesama warga.
- Menurutnya, ruang publik harus menjadi wadah yang sehat bagi pertukaran gagasan, penyampaian aspirasi, dan dialog yang konstruktif, bukan ruang yang dipenuhi informasi menyesatkan maupun provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Jambi – Di tengah pesatnya arus informasi digital dan meningkatnya tantangan di ruang publik, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Jambi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas informasi, memperkuat literasi digital, serta merawat persatuan bangsa menjelang berbagai momentum penting nasional, termasuk peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Umum DPC PERMAHI Jambi, Roland Pramudiansyah, S.H., menilai derasnya penyebaran hoaks, disinformasi, fitnah, dan narasi kebencian menjadi tantangan serius yang dapat mengganggu kualitas demokrasi serta mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara maupun antarsesama warga.
Menurutnya, ruang publik harus menjadi wadah yang sehat bagi pertukaran gagasan, penyampaian aspirasi, dan dialog yang konstruktif, bukan ruang yang dipenuhi informasi menyesatkan maupun provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Ruang publik adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, ruang publik tidak boleh dipenuhi oleh informasi yang menyesatkan, fitnah, maupun provokasi yang hanya bertujuan membangun keresahan. Bangsa ini membutuhkan kejernihan berpikir, bukan kegaduhan yang diproduksi melalui disinformasi,” ujar Roland.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai moral force dan agent of change dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi, namun harus disampaikan berdasarkan data, kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta menjunjung tinggi etika dan hukum.
“Demokrasi tidak diukur dari seberapa keras seseorang berteriak, tetapi dari seberapa bertanggung jawab ia menggunakan kebebasannya. Kritik adalah hak konstitusional, sedangkan penyebaran hoaks dan fitnah merupakan ancaman terhadap kualitas demokrasi itu sendiri,” tegasnya.
Sebagai organisasi mahasiswa hukum, PERMAHI Jambi mengajak mahasiswa, organisasi kepemudaan, insan pers, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas untuk menjadi pelopor literasi digital dan membangun budaya tabayun dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Roland menilai media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, diskusi ilmiah, dan penyampaian kritik yang membangun, bukan menjadi media penyebaran kebencian ataupun informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan biarkan media sosial menjadi ruang yang dipenuhi amarah dan kebencian. Mari kita jadikan ruang digital sebagai ruang edukasi, ruang bertukar gagasan, ruang menyampaikan kritik yang konstruktif, sekaligus ruang memperkuat semangat kebangsaan. Indonesia membutuhkan generasi yang kritis, tetapi juga bijaksana; berani bersuara, namun tetap menjunjung hukum, etika, dan persatuan.”
Lebih lanjut, Roland menekankan bahwa menjaga stabilitas nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat negara, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh warga negara. Kesadaran untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menghormati perbedaan pendapat, dan menolak segala bentuk provokasi merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar dalam menjaga keutuhan bangsa.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, PERMAHI Jambi mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persaudaraan, memperkokoh persatuan nasional, serta menciptakan ruang publik yang sehat, beradab, dan berorientasi pada kepentingan bersama.
“Berbeda pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu berubah menjadi permusuhan. Mari kita jernihkan ruang publik dari polusi disinformasi, kita rawat persatuan, dan kita buktikan bahwa Indonesia tetap kuat karena rakyatnya mampu menjaga akal sehat, persaudaraan, dan semangat kebangsaan,” tutup Roland.

