- BIREUEN — Pemerintah Kabupaten Bireuen memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026 melalui upacara yang digelar di halaman Kantor Pusat Pemerintahan setempat.
- Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat penting di Kabupaten Bireuen, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Yarnes, serta Kapolres Bireuen, Tuschat Cipta Herdani
- Selain itu, hadir juga perwakilan Dandim 0111/Bireuen yang diwakili Danramil Kota Juang Kapten Dadang, perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Bireuen Muhammad Iqbal, Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar, serta perwakilan Dansubdenpom Bireuen/1-1 yang diwakili Pelda Jali.
BIREUEN — Pemerintah Kabupaten Bireuen memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026 melalui upacara yang digelar di halaman Kantor Pusat Pemerintahan setempat. Upacara berlangsung khidmat dengan Bupati Bireuen, Mukhlis, bertindak sebagai inspektur upacara, Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat penting di Kabupaten Bireuen, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Yarnes, serta Kapolres Bireuen, Tuschat Cipta Herdani
Selain itu, hadir juga perwakilan Dandim 0111/Bireuen yang diwakili Danramil Kota Juang Kapten Dadang, perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Bireuen Muhammad Iqbal, Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar, serta perwakilan Dansubdenpom Bireuen/1-1 yang diwakili Pelda Jali.
Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Zulkifli, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bireuen, Anny Setiawati, para asisten di lingkungan Setdakab Bireuen, pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator, serta para camat se-Kabupaten Bireuen. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan.
Dalam amanatnya, Bupati Bireuen, Mukhlis, membacakan pidato resmi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian. Dalam pidato tersebut, Mendagri menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh elemen bangsa yang dinilai telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel.
Pidato tersebut juga menyoroti sejumlah program prioritas nasional yang menjadi fokus sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Program tersebut meliputi penguatan kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, percepatan hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan infrastruktur serta ketahanan bencana, hingga penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa.
Selain itu, upaya percepatan penurunan angka kemiskinan turut menjadi agenda strategis yang harus terus didorong secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
Sebagai penutup, Mendagri menekankan pentingnya penerapan prinsip efisiensi dan penghematan anggaran di seluruh pemerintah daerah. Optimalisasi sumber daya harus dilakukan dengan tetap mengedepankan efektivitas, sehingga setiap penggunaan anggaran mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat peran daerah sebagai motor pembangunan nasional.(Mega)

