- Indragiri Hulu, Riau – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berbasis zero waste dengan menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah di Desa Sidomulyo, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
- Kegiatan yang berlangsung pada 12 Juli 2026 tersebut menyasar kelompok ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga (IRT) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
- Program yang menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat itu bertujuan membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing melalui pemanfaatan limbah domestik menjadi produk bernilai ekonomi.
Indragiri Hulu, Riau – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berbasis zero waste dengan menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah di Desa Sidomulyo, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Kegiatan yang berlangsung pada 12 Juli 2026 tersebut menyasar kelompok ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga (IRT) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Program yang menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat itu bertujuan membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing melalui pemanfaatan limbah domestik menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Kelompok Kukerta Universitas Riau Desa Sidomulyo, Muhammad Rezal, yang menegaskan pentingnya edukasi pengelolaan limbah sebagai langkah menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual, sekaligus memperkuat komitmen menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan desa yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa Kukerta mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zero Waste Melalui Pengolahan Limbah Menjadi Produk Bernilai Ekonomis.” Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai dampak limbah minyak jelantah terhadap lingkungan, tetapi juga praktik langsung mengolah minyak bekas menjadi lilin aromaterapi.
Tim mahasiswa memperkenalkan formulasi lilin yang terdiri atas paraffin wax, stearic acid, serta minyak jelantah yang telah dimurnikan. Sebelum digunakan, minyak terlebih dahulu melalui proses penyaringan dan deodorisasi menggunakan arang aktif serta air perasan jeruk nipis untuk mengurangi bau dan kotoran.
Setelah proses pemurnian selesai, minyak dicampur dengan bahan pengeras lilin, kemudian ditambahkan pewarna dan essential oil sebelum dituangkan ke dalam cetakan yang telah dilengkapi sumbu.
Selain mengajarkan teknik pembuatan lilin, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan prinsip ekonomi sirkular (circular economy) dan konsep zero waste dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, limbah rumah tangga tidak lagi dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai bahan baku yang memiliki nilai tambah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK dan IRT aktif mengikuti sesi praktik, berdiskusi mengenai formulasi, hingga berbagi ide terkait variasi aroma, warna, dan peluang pemasaran produk lilin aromaterapi sebagai usaha rumahan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kukerta Universitas Riau, Eva Astuti Mulyani, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena mampu mengintegrasikan aspek pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu kegiatan yang aplikatif.
Melalui program ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap masyarakat Desa Sidomulyo dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis daur ulang yang berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol komitmen bersama dalam mewujudkan desa yang lebih bersih, produktif, dan mandiri melalui pemanfaatan limbah rumah tangga secara kreatif.

