- Kabar Tujuh | Aceh Tamiang — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengimplementasikan pengaplikasian air Reverse Osmosis (RO) di sejumlah puskesmas di Kabupaten Aceh Tamiang.
- Pengaplikasian air RO tersebut dilakukan di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas Manyak Payed, Puskesmas Rantau, Puskesmas Sekrak, Puskesmas Sungai Yu, dan Puskesmas Telaga Meuku.
- Bantuan air RO ini disalurkan melalui tim kesehatan Kementerian Pertahanan yang bertugas di lapangan.
Kabar Tujuh | Aceh Tamiang — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengimplementasikan pengaplikasian air Reverse Osmosis (RO) di sejumlah puskesmas di Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini merupakan bagian dari bantuan pascabencana banjir yang melanda Aceh Tamiang pada tahun 2025, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum yang layak bagi masyarakat.

Pengaplikasian air RO tersebut dilakukan di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas Manyak Payed, Puskesmas Rantau, Puskesmas Sekrak, Puskesmas Sungai Yu, dan Puskesmas Telaga Meuku. Puskesmas-puskesmas ini menjadi titik strategis karena berperan penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat pascabanjir.
Bantuan air RO ini disalurkan melalui tim kesehatan Kementerian Pertahanan yang bertugas di lapangan. Teknologi Reverse Osmosis digunakan untuk memurnikan air dari berbagai kandungan berbahaya, sehingga air yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi langsung oleh masyarakat.

Salah seorang anggota tim kesehatan Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir. “Air RO ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertahanan untuk memurnikan air agar dapat diminum langsung oleh masyarakat pascabencana banjir,” ujarnya.
Dengan adanya pengaplikasian air RO di sejumlah puskesmas tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang dapat berjalan lebih optimal, sekaligus menekan risiko munculnya penyakit akibat keterbatasan akses air bersih.

