Media Indonesia24.Com Langsa/- Masyarakat Kota Langsa sudah jenggah memiliki Walikota yang tidak mampu menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat sehingga di Kota Langsa banyaknya masyarakat miskin perkotaan yang lumpuh perekonomiannya .
Masyarakat saat ini sudah sangat menderita akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan sehingga perekonomian masyarakat carut marut sehingga kaum ibu-ibu tak mampu mengelola perekonomian keluarga yang terbilang nyaris tak berdaya di akibatkan tidak tersedianya lapangan pekerjaan dan juga mengeluh ketidakberdayaan memenuhi biaya pendidikan dan kebutuhan hidup sehari hari.
Pada saat kampanye kita sebagai masyarakat selalu mendengar janji-janji manis yang di berikan oleh calon Walikota dalam kontestasi setiap Pemilu Kada namun setelah menang dan menjadi Walikota terpilih janji tersebut tak pernah di tepatinya sehingga korbannya masyarakat kecil.
Juga pemerhati mengatakan kepada beberapa media Online fakta lapangan Walikota terpilih hanya mampu mengelola dana APBN saja tanpa memikirkan nasib dan moral hajat masyarakat diduga hanya untuk memperkaya diri pribadi dan kelompok yang bersumber dari dana APBN wajar saja jika kalau Pemerintahan Aceh tergolong miskin di bandingkan Provinsi lainnya di Indonesia padahal hasil bumi Aceh dari temuan ladang-ladang migas mampu mendongkrak kehidupan perekonomian masyarakat Aceh pada umumnya khususnya masyarakat di Kota Langsa .
Ajakan selaku pengamat politik sangatlah wajar mengingat kondisi perekonomian masyarakat yang kian hari kian terpuruk untuk itu dirinya mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih balon Walikota yang ikut kontestasi Pemilu Kada sehingga masyarakat tidak terus menerus menjadi penonton para pejabat yang hidupnya makmur dan tidak pernah kekurangan dalam sektor ekonomi rumah tangganya bahkan diduga berlimpah dalam kemewahan semasa dirinya dan rejimnya berkuasa dalam memimpin Kota Langsa .
Sudah seharusnya Walikota Langsa ke depan memiliki jiwa membangun perekonomian rakyat melalui ketersediaan lapangan kerja buat masyarakatnya dan jangan hanya sibuk mengelola dana APBN dan dana APBK saja siapa bilang jika Walikota terpilih tidak memiliki kemampuan untuk mengundang investor agar mau menanamkan modalnya dengan membangun Similter (pabrik) dalam memperkuat perekonomian masyarakat dan juga sirkulasi keuangan khususnya di wilayah Kota Langsa .
Penasehat LSM Bunggong Lam Jaroe Suriady Ks, SH mengatakan dulu saat kota Langsa belum di mekarkan masih dalam status kabupaten Aceh Timur yang di pimpin oleh Alm. Drs. Azeman Usman Nuddin Aceh Timur merupakan kota yang berbasis industri hal itu terbukti adanya beberapa Similter ( pabrik) seperti PT. Appi , PT Gruti , PT Plup (kertas), Pabrik udang, Pabrik alkohol , dan lain lainya sehingga ribuan masyarakat yang mendapatkan lapangan pekerjaan sehingga masyarakatnya dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga tidak seperti yang di rasakan oleh masyarakat saat ini mari kita jangan salah pilih bakal calon Walikota Langsa ke depan sehingga masyarakat tidak terus menerus mengalami krisis ekonomi rumah tangganya.(SILET)

