- Dairi, Sumatera Utara - TelahJadi Sorotan Publik atas pencairan dana Rp.1,6 Millyar Dana gerai Koperasi Desa Merah Putih Dan Koperasi Kelurahan Merah Putih Dairi Tidak Transparan dan jadi tanda tanya dari berbagai pihak di Kabupaten Dairi pada Senin (22/06/2026).
- Yang lagi sorotan publik dan jadi pertanyaan besar bersama awak media di kabupaten Dairi terkait pencairan dana Rp.1,6 Millyar dan soal kualitas bangunan bila di perhatikan tidak ada kesesuaian dengan Spesifikasi (RAB).
- Seorang Pengamat ,warga Dairi, Robinson Simbolon mengatakan kepada sejumlah aesk media bahwa pekerjaan proyek tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya sistem korupsi, kolusi dan nepotisme.
Dairi, Sumatera Utara – TelahJadi Sorotan Publik atas pencairan dana Rp.1,6 Millyar Dana gerai Koperasi Desa Merah Putih Dan Koperasi Kelurahan Merah Putih Dairi Tidak Transparan dan jadi tanda tanya dari berbagai pihak di Kabupaten Dairi pada Senin (22/06/2026).
Yang lagi sorotan publik dan jadi pertanyaan besar bersama awak media di kabupaten Dairi terkait pencairan dana Rp.1,6 Millyar dan soal kualitas bangunan bila di perhatikan tidak ada kesesuaian dengan Spesifikasi (RAB).
Seorang Pengamat ,warga Dairi, Robinson Simbolon mengatakan kepada sejumlah aesk media bahwa pekerjaan proyek tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya sistem korupsi, kolusi dan nepotisme.
” Dari informasi yang saya terima dari lapangan termasuk pencairan dana kepada pelaksana bangunan Fisik bahwa telah terdapat diduga kejanggalan . Beberapa pelaksana mengakui bahwa mereka menerima pencairan dana dari kodim 0206/ Dairi Untuk dana satu unit gerai hanya sebesar Rp 1,1 milyar.Sementara disebutkan di Media massa bahwa anggaran sebesar Rp.1,6 Millyar ,lalu sisanya di kemanakan? ,” Kata Robinson Simbolon penuh Tanya.
Sebelum nya Robinson Simbolon sempat menyoroti terkait pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih diduga tidak transparan seperti tidak adanya papan informasi proyek sehingga dinilai pelaksanaan tidak jelas.
” Ini harus segera diaudit, pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih berpotensi tidak optimal karena dibangun dilokasi yang tidak Strategis, ” terang Robinson.
Beliau menilai bahwa banyak bangunan yang sangat jauh dari pemukiman warga seperti di kawasan ladang, hutan,ini dibuat tanpa kajian mendalam dan berpotensi bangunan itu saya prediksi jadi mangkrak, ” terang Robinson Simbolon.
Sementara itu Kepala bidang Koperasi dan Usaha mikro ,kecil dan menengah ,Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Dairi,Ronal Sitopu mengatakan bahwa sudah terdapat 133 unit gerai KDMP yang sedang dibangun saat ini dan diantara nya 18;unit sudah rampung seratus persen.
” Sudah ada 18 unit gerai Koperasi Desa Merah Putih yang fisiknya selesai seratus persen dari 138 unit bangunan, ” terang Ronal Sitopu.
Beliau lebih lanjut menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan rekapitulasi laporan usulan lahan dan progres pembangunan yang tersebar di 161 desa dan 8 kelurahan pada 15 kecamatan di kabupaten Dairi.
Demikian harapan warga Dairi supaya penggunaan dana Koperasi merah putih dapat dilakukan secara terang dan transparan serta membangun fisik bangunan gerai KDMP haruslah sesuai dengan spesifikasi (RAB) sehingga tidak menimbulkan sorotan publik yang diikuti oleh awak media di kabupaten Dairi.
Eko

