- BIREUEN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat membuahkan hasil.
- Capaian tersebut diumumkan dalam Apel Pagi Gabungan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang dipimpin Wakil Bupati Bireuen Ir.
- Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan wajah utama pemerintah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
BIREUEN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat membuahkan hasil. Berdasarkan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025, Kabupaten Bireuen berhasil meraih Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,08 dengan predikat Sangat Baik (A-Minus).

Capaian tersebut diumumkan dalam Apel Pagi Gabungan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang dipimpin Wakil Bupati Bireuen Ir. Razuardi, M.T di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, Senin (22/6/2026).
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan wajah utama pemerintah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas layanan harus menjadi komitmen bersama seluruh perangkat daerah.
“Pelayanan publik harus terus ditingkatkan agar semakin cepat, mudah, transparan, terjangkau, dan akuntabel sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, PEKPPP merupakan instrumen evaluasi nasional yang bertujuan mengukur kinerja penyelenggaraan pelayanan publik sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Pada tahun 2025, evaluasi dilakukan terhadap 14 dinas, UPT, dan UPTD penyelenggara pelayanan publik di Kabupaten Bireuen. Hasilnya menunjukkan capaian yang membanggakan dengan sejumlah unit pelayanan berhasil meraih predikat Pelayanan Prima, Sangat Baik, dan Baik.
Predikat Pelayanan Prima diraih oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, UPTD Puskesmas Jeunieb, dan UPTD Puskesmas Samalanga.
Predikat Sangat Baik (A-Minus) diraih oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), RSUD dr. Fauziah, UPTD Puskesmas Kota Juang, dan UPTD Puskesmas Kuala.
Sementara predikat Baik (B-Plus) diraih oleh Kecamatan Kuala, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa), UPTD Puskesmas Jeumpa, serta UPTD Puskesmas Simpang Mamplam.
Dari 14 lokus yang dievaluasi, dua di antaranya menjadi lokus prioritas nasional, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Disdukcapil. Sedangkan 12 lokus lainnya dinilai melalui mekanisme penilaian mandiri sesuai ketentuan PEKPPP yang berlaku.
Wakil Bupati menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam memperkuat kualitas pelayanan publik.
“Prestasi ini adalah hasil kerja bersama. Saya mengapresiasi seluruh kepala SKPK, pimpinan unit pelayanan, dan ASN yang telah menunjukkan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Bireuen menyerahkan penghargaan kepada sembilan unit pelayanan dengan kinerja terbaik. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu layanan publik serta memperkuat reformasi birokrasi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Mega

