BIREUEN — Pemerintah Kabupaten Bireuen kembali menorehkan capaian di tingkat nasional dengan meraih apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Provinsi Aceh atas kontribusi dalam penguatan pendidikan agama dan pemberdayaan lembaga keagamaan.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, dan diterima langsung oleh Bupati Bireuen Mukhlis dalam rangkaian Semarak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Hj. Fauziah Convention Hall, Selasa (28/4/2026).
Capaian ini mempertegas posisi Bireuen sebagai salah satu daerah yang konsisten mendorong integrasi pembangunan dengan nilai-nilai keagamaan. Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari penguatan kurikulum pendidikan agama, dukungan sarana dan prasarana, hingga kebijakan yang mendorong kemandirian dan prestasi santri serta siswa madrasah.
Tak hanya itu, optimalisasi peran Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan serta sinergi erat antara pemerintah daerah dan ulama menjadi faktor penting dalam menciptakan stabilitas sosial berbasis nilai religius di tengah masyarakat.
Penghargaan yang juga merupakan bagian dari peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag RI ini diberikan kepada daerah yang dinilai progresif dan berkelanjutan dalam membangun sektor keagamaan.
Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen daerah.
“Ini adalah buah dari kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan para pendidik. Kami akan terus memperkuat pendidikan agama sebagai fondasi dalam membangun generasi yang berkarakter dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus menyentuh pembinaan moral dan spiritual sebagai kunci utama kemajuan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, para kepala madrasah, tokoh pendidikan, serta ulama.
Foto: Momen penyerahan penghargaan dari Kepala Kanwil Kemenag Aceh kepada Bupati Bireuen Mukhlis pada peringatan Hardiknas 2026, menjadi simbol pengakuan atas komitmen Bireuen dalam memperkuat pendidikan agama dan lembaga keagamaan.(Mega)

