- BIREUEN — Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Bireuen pada 12 Oktober 2026 dikemas lebih sederhana.
- Pertemuan berlangsung santai dan kekeluargaan, menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan para jurnalis.
- “Kita tidak ingin merayakan hari jadi berlebihan saat sebagian saudara kita masih berduka.
KABAR TUJUH | MEGA — Melaporkan Langsung dari Lapangan
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Bireuen pada 12 Oktober 2026 dikemas lebih sederhana. Pemerintah Kabupaten Bireuen memilih mengedepankan doa, kegiatan religi, serta solidaritas kepada masyarakat yang masih merasakan dampak musibah.
Hal itu disampaikan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., dalam ramah tamah bersama insan pers. Pertemuan berlangsung santai dan kekeluargaan, menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan para jurnalis.
“Kita tidak ingin merayakan hari jadi berlebihan saat sebagian saudara kita masih berduka. Ini bukan kurangnya semangat, melainkan cara kita merasakan apa yang dirasakan warga,” ujar Bupati.
Tahun ini rangkaian acara mengusung tema “Bireuen Berselawat”, diisi tausiah, selawat bersama, serta seni Islami seperti marawis dan hadrah. Diharapkan bukan sekadar seremoni, melainkan memperkuat keimanan, kesabaran, dan kepedulian sosial.
Terkait pertandingan voli wanita yang sempat dibicarakan, Bupati menjelaskan kegiatan itu tetap berjalan sesuai jadwal — namun sepenuhnya di Gedung Olah Raga (GOR) Bireuen, tempat tertutup.
“Tidak perlu dikhawatirkan atau dilebih-lebihkan. Semoga semua berjalan aman, tertib, dan bermanfaat,” tegasnya.
Bupati juga memohon dukungan insan pers untuk menyampaikan makna di balik kesederhanaan ini kepada masyarakat. Hubungan pemerintah dan media ditegaskan perlu terus dibangun secara terbuka dan harmonis.
Di tengah kondisi yang masih membutuhkan pemulihan, Hari Jadi ke-27 mengandung pesan mendalam: perayaan bukan soal kemeriahan, melainkan kepedulian, doa, dan kebersamaan.
KABAR TUJUH | MEGA

