Langsa
Sangat di sayangkan terkait masalah dana peliputan yang di berikan oleh Ilham melalui orang terdekatnya untuk dana peliputan sebesar Rp,1.000.000 juta rupiah di mana dana tersebut tidak mencukupi berdasarkan jumlah wartawan seharusnya, oknum wartawan yang mengunggah berita tersebut seharusnya tidak berang kepada oknum wartawan yang membagikan uang tersebut jika profesional tanyakan kepada panitia mengapa di berikan sejumlah yang di sebutkan di atas padahal yang hadir melebih jumlah yang di salurkan.
Anehnya karna merasa tak mendapat jatah melakukan penulisan berita miring terhadap para pembagi jatah wartawan, makanya berita tersebut mencoreng muka penulis sendiri sudah tidak profesional menyalahkan orang lain sama saja dengan kata pepatah menimpuk air di dulang kecipratan muka sendiri jelasnya jeruk makan jeruk padahal ketika di lakukan pencatatan nama anggota yang hadir oknum wartawan yang menulis berita tak berbobot duduknya jauh dan tak terlihat ada yang sebahagian sudah tidak ada di kawasan acara makanya ketika waktu pembagian tidak dapat sibuk, marah seakan akan dirinya paling hebat hal itu di sampaikan oleh Suriady Ks yang juga wartawan senior kalau dirinya merasa hebat jangan rekan wartawan yang di cecar cobalah panitia yang di cecar itu baru profesional makanya pantas di katakan oknum wartawan yang menulis salah makan obat tegas Suriady.
Seakan akan dirinya yang paling mampu menulis dan berani mengunggah istilah orang JAMPOK belajarlah sesuai KEJ (Kode etik jurnalistik) itu bukan berita top tegas Suriady itu berita nyeleneh yang memalukan penulis sendiri kenapa tidak melakukan konfirmasi kepada para pembagi dana liputan tersebut orang lain juga pandai menulis, coba kembali baca tulisannya itu saja sudah banyak tulisan yang salah sudah narasinya belepotan tidak berbobot lagi tulisan tersebut juga tidak mengadopsi 5W 1H jangan udah bodoh tolol sok jago lagi (Uci/Tim)
📲 Share ke WhatsApp
